Dewi Sandra Jangan Habiskan Doa untuk Duniawi

Abdillah Marzuqi
27/4/2020 02:40
Dewi Sandra Jangan Habiskan Doa untuk Duniawi
Aktris Dewi Sandra(Dok Instagram @Dewisandra)

AKTRIS dan penyanyi Dewi Sandra telah dikenal konsisten dalam berhijrah. 

Konsistensi perempuan berusia berusia 40 tahun itu pun dikagumi sahabatnya, aktris dan model Luna Maya. Menjadi tamu di sesi bincang-bincang yang dibuat Luna di akun Youtube-nya, Dewi pun diminta untuk berbagi soal perjalanan hijrahnya.

Salah satu topik menarik yang menjadi pembahasan kedua perempuan ini ialah soal doa. Luna mengaku bingung soal cara berdoa yang baik. Ia mengaku sering mendapat nasihat agar meminta dengan spesifi k dalam doa. Di sisi lain, Luna mengaku merasa banyak meminta seperti membuatnya kurang bersyukur.

Dewi mengaku sempat merasa seperti Luna. Namun, setelah mendapat penjelasan dari gurunya, Dewi baru memahami jika perasaan malu meminta banyak sesungguhnya karena manusia menempatkan Allah SWT seperti mahluk yang akan terbebani jika diberi banyak permintaan.

“Padahal Allah itu Mahabesar yang besarnya we can not measure,... ngasihnya Allah itu luas, dan Allah itu Mahatahu bahkan sebelum kita minta. Tapi, the thing about prayer is humbling yourself. Merendahkan, menjatuhkan diri kita. Kita ini kan hamba, jadi ya posisikan diri kita kaya gitu. Justru kalau kita ga minta, kita sombong,” tutur perempuan yang berperan sebagai Sabina di film Ayat-Ayat Cinta 2 itu.

Meski begitu, istri Agus Rahman ini mengingatkan jika alangkah baik nya tidak hanya meminta soal dunia. “I just got this lesson actually, jangan kita menghabiskan doa-doa kita untuk sesuatu yang cuma di dunia. Because, dunia itu kan pendek banget, jadi mintalah sesuatu yang long term,” tutur Dewi.

Perempuan yang terjun ke dunia hiburan sebagai model di tahun 1995 ini pun mengaku juga tercerahkan dengan penjelasan gurunya soal doa tersebut. Ia lantas kini lebih banyak meminta kebahagiaan yang lebih abadi seperti surga dan keselamatan dunia-akhirat.


Guru yang tepat

Dewi mengaku pemahamannya soal agama menjadi lebih baik berkat adanya guru yang tepat. Guru, menurutnya, menjadi faktor amat penting karena ayat-ayat maupun dalil-dalil dalam terjemahan dapat berbeda di setiap orang. Belum lagi, cara penyampaian yang mungkin tidak tepat bisa semakin membuat murid salah paham.

Meski begitu, untuk bisa sampai ke guru tersebut, ia pun menempuh perjalanan berliku dengan berpindah-pindah guru sampai bertahun-tahun. Di sisi lain, perempuan yang terjun ke bisnis busana muslim sejak 2018 itu menekankan bukan berarti pula kegagalan pemahaman atau kegagalan belajar semata karena kesalahan guru. Bisa pula karena sang murid belum siap.

“There is a really good quote, yaitu seorang murid ga akan mendapat jawaban sampai dianya (murid tersebut) siap. Jadi lu mau ketemu guru sebanyak apa pun, tapi kalau hati dan mindset belum siap, ilmunya ga akan masuk,” tutur Dewi.

Bagi Dewi, perbedaan dalam hal pandangan terkait agama harus dikembalikan pada Quran dan Sunah. Menurutnya, segala hal harus ada didasarkan pada dalil agar tidak menjadi debat kusir semata. Seperti juga soal perdebatan ibadah di musim pandemi ini.

Menurut Dewi, panduan umat muslim sesungguhnya sudah dicontohkan di saat adanya wabah di zaman sahabat Nabi. Di saat itu umat pun dianjurkan untuk menjauhi wabah sesegera mungkin. Menjauhi wabah bukanlah lari dari takdir Allah, melainkan justru meng ikuti perintah-Nya. (M-1)


 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya