Curhat Perawat RS Wisma Atlet yang Rindu Keluarga

Atalya Puspa
26/4/2020 17:10
Curhat Perawat RS Wisma Atlet yang Rindu Keluarga
Petugas medis beristirahat setelah selesai melaksanakan SWAB Test di Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Rabu (8/4/2020).(ANTARA)

KETUA Tim Perawatan Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kapten Fitdy Eka mengungkapkan rasa rindu untuk pulang yang sebagian besar dialami oleh para perawat, dokter dan tenaga medis lainnya selama menjadi garda terdepan dalam penanganan Covid-19. Untuk itu, dirinya meminta masyarakat menaati protokol kesehatan agar pandemi segera usai.

"Rekan-rekan, kami juga ingin pulang ketemu keluarga, anak istri, orang tua. Pergerakan kami dibatasi, kami menyesuaikan. Anda agar tetap di rumah, kami bekerja biar kita putus rantai penularan Covid-19," kata Kapt Fitdy Eka saat membagikan kisahnya di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Minggu (26/4).

Baca juga: Check Point PSBB di Tangsel Sampai RT/RW

Dia mengatakan bagi nakes yang mengurusi pasien Covid-19 seperti dokter, perawat, analis dan nakes lainnya memiliki prosedur pembatasan interaksi langsung dengan keluarga untuk alasan mengurangi risiko penularan.

Selain itu, para nakes diwajibkan tetap tinggal di dekat area perawatan pasien Covid-19 selama beberapa pekan terakhir sehingga interaksi dengan keluarga dan kerabat dilakukan dengan panggilan video/ video call melalui gawai.

"Baik dokter, perawat, analis dan nakes lainnya semua memiliki rasa kangen, rindu keluarga, berkumpul, bersenda gurau langsung," katanya.

Dalam bertugas, Fitdy mengatakan harus bisa mengatasi rasa bosan di tengah tugas harus mengenakan alat pengaman diri (APD) lengkap selama delapan jam tanpa makan, minum dan buang air. Terdapat tiga tim nakes yang bekerja selama 24 jam terbagi masing-masing delapan jam untuk tiga shift.

Pada tahap itu, lanjut dia, para nakes berupaya mengatur sedemikian rupa agar pelaksanaan merawat pasien Covid-19 tetap berjalan baik sehingga pasien Covid-19 dapat sembuh dan korona tidak menginfeksi petugas.

Menilik suka duka nakes Covid-19 itu, Fitdy mengajak masyarakat turut berupaya memutus rantai penularan covid-19 sehingga tidak ada lonjakan drastis dari penderita. Jika jumlah penderita covid-19 melebihi kapasitas fasilitas kesehatan maka akan semakin banyak yang tidak tertolong.

Di bulan Ramadan dan jelang Idul Fitri, dia mengatakan masyarakat juga agar tidak mudik terlebih dahulu guna mencegah penularan Covid-19.

Baca juga: Polri Sebut Volume Kendaraan Pemudik Alami Penurunan

"Anda tidak ingin mudik membawa penyakit kan? Tidak usah mudik untuk memutus mata rantai covid-19 jangan terus berlangsung. Pakai masker jika harus keluar, cuci tangan pakai sabun selama 20 detik, jaga jarak interaksi tempat umum 1-2 meter, belajar/bekerja di rumah, belanja kalau bisa lakasanakan online," katanya.

"Dengan begitu, memutus mata rantai Covid-19 bisa lebih maksimal. Pandemi bisa diakhiri, ingat kita rindu tradisi mudik saat masa pembatasan ini," pungkasnya. (OL-6)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya