Mudik akan Perpanjang Pandemi Covid-19

Agus Utantoro
25/4/2020 22:45
Mudik akan Perpanjang Pandemi Covid-19
Ilustrasi(DOK.MI)

FENOMENA mudik atau pulang kampung yang terjadi secara masif akan  memicu makin panjangnya titik akhir pandemi Covid-19. Hal itu diungkapkan Guru Besar Statistika Universitas Gadjah Mada, Profesor Dedi Rosadi.

"Fenomena mudik secara masif atau bentuk migrasi lain tahun ini dari daerah pusat penyebaran Covid-19, khususnya dari daerah zona merah, sangat berpotensi makin menyebarkan virus korona," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/4).

Menurut Dedi, larangan pemerintah yang menyatakan sejak 24 April 2020 tidak boleh ada kegiatan mudik, sejalan dengan upaya  pengendalian risiko wabah yang bila ditaati akan menghambat tumbuhnya  klaster klaster penyebaran baru diseluruh Indonesia. Menurut dia, kemunculan klaster-klaster baru harus dapat dicegah agar masa wabah tidak mundur lebih lama kebelakang yang berakibat akhir wabah di setiap wilayah akan berbeda-beda.

Sebelumnya, berdasarkan data pemerintah sampai 26 Maret 2020, pada akhir Maret 2020 lalu, Dedi dan tim telah merilis prediksi sementara akhir pandemi terjadi pada akhir Mei 2020 dengan total penderita positif Covid-19 mencapai 6.174 kasus.

Melihat perkembangan dan mengacu dengan data publikasi terbaru pemerintah hingga 23 April 2020, persebaran Covid-19 di Indonesia diprediksi mencapai puncaknya pada Mei 2020 dan kemudian mereda pada  akhir Juli 2020 dengan perkiraan proyeksi total penderita positif Covid-19 pada angka 31 ribuan kasus.

Prediksi itu menggunakan pemodelan probabilistik dengan dasar data nyata atau probabilistik data-driven model (PDDM), dengan asumsi waktu puncak  tunggal. Prediksi tersebut, kata Dedi, bersifat sementara dan  diperbaharui berkala sesuai data yang ada untuk prediksi jangka panjang.

Ia mengungkapkan, setidaknya ada sejumlah hal penting yang harus  diwaspadai dalam beberapa waktu ke depan yang berpotensi mengubah time line persebaran virus menjadi lebih cepat atau lebih lambat dari yang diprediksikan. Selain aktivitas mudik, hal penting lainnya adalah berkaitan usaha untuk  mengubah kecepatan penularan melalui pengendalian yang efektif terhadap  episentrum penyebaran virus yang telah ada khususnya kelompok daerah zona merah. (R-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya