Jangan Kucilkan Pasien Covid-19

Putri Anisa Yuliani
17/4/2020 16:50
Jangan Kucilkan Pasien Covid-19
Simulasi penanganan pasien covid-19.(ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto )

WABAH pandemi Covid-19 saat ini menjadi momok yang ditakuti masyarakat. Penyakit yang ditularkan lewat percikan atau droplet ini sudah merenggut nyawa 248 warga. Data per 16 April 2020 tercatat sebanyak 2.670 warga Jakarta positif Covid-19 dengan 1.601 menjalani perawatan dan 619 orang menjalani isolasi mandiri.

Tak ayal warga yang terindikasi Covid-19 ini pun kerap menerima sanksi sosial seperti dikucilkan masyarakat. Kepala Duku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat Erizon Safari pun mengimbau agar di masa seperti ini warga saling bergotong royong mendukung satu sama lain meski terindikasi Covid-19.

Baca juga: Politisi NasDem Ungkap Bansos Salah Sasaran ke 55 KK di Kembangan

Menurutnya, dengan dukungan masyarakat sekitar, justru kemungkinan warga positif Covid-19 untuk sembuh semakin tinggi. Hingga saat ini terbukti sudah 202 orang mampu sembuh dari Covid-19.

"Karena kalau mereka dikucilkan itu justru akan membuat stres, depresi. Itu malah membuat imunitas tubuh turun dan justru malah berbahaya. Jika dia didukung penuh masyarakat, ini membuat dia semangat dan imunitasnya tinggi sehingga bisa melawan virus," ungkap Erizon saat dihubungi Media Indonesia, Jumat (17/4).

Ia menuturkan physical distancing memang dianjurkan. Tetapi bukan berarti warga yang terkena Covid-19 harus dikucilkan.

"Karena kita juga kan tidak mau ada warga yang kena. Warga itu juga tidak mau kena. Tapi mungkin tertular di suatu tempat," paparnya.

Masyarakat pun diimbau tidak perlu khawatir akan tertular virus korona dari pasien yang tengah menjalani isolasi mandiri. Selama menjaga jarak aman dan tidak bersentuhan langsung maupun berinteraksi jarak dekat dan selalu melakukan tindak pencegahan, risiko tertular akan semakin rendah.

"Makanya kita mengimbau terus gunakan masker, cuci tangan menggunakan sabun di air mengalir sesering mungkin, juga mandi dan ganti baju setelah beraktivitas di luar. Itu semua untuk pencegahan," tukasnya. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya