APA saja sih yang perlu dipersiapkan agar liburan bersama keluarga berjalan lancar?
Hani dan kelima sahabat pemilik situs Mom Sweet Moms ini berbagi kiat tentang hal tersebut.
1. Tenang dan kenali anak Bagaimana kondisi anak jika dibawa ke tempat yang bersuhu rendah, apakah memang perlu membawa banyak baju hangat supaya tidak kedinginan?
Bagaimana cara mengatasi emosi anak saat tidak stabil?
Adakah barang mainan yang perlu dibawa untuk meredakan emosinya tersebut?
"Yang terpenting ibu tidak panik, maka anak pun akan merasa tenang dan nyaman," ucap Hani.
Untuk anak bayi dan mengharuskan liburan dengan menggunakan pesawat, Hani menyarankan agar berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter.
Selain itu, bekali ia susu atau berikan air susu ibu (ASI) ketika pesawat akan lepas landas dan mendarat.
"Saya berikan ASI dan alhamdulillah anak saya mau sehingga telinganya tidak merasa sakit akibat tekanan udara. Kan saat dia menyusu persis sama dengan orang dewasa yang sedang memakan permen, kerja sama dengan suami pun sangat diperlukan," imbuhnya.
2. Petakan wilayah setempat Meisya tidak benar-benar merasa berlibur di Jepang, pasalnya ia lupa memetakan daerah setempat sehingga ia pernah merasa sangat kelelahan pada saat ingin pulang ke penginapan di jam padat.
Tak berbeda dengan kereta komuter di Jakarta, yang padat dan sesak oleh warga yang terburu-buru untuk pulang ke rumah.
Mereka bisa saja menjatuhkan badan ke mana pun, termasuk stroller sang anak hampir saja kejatuhan badan warga setempat dan membuat sang anak hampir menangis.
"Pemetaan itu sangat penting, harus kenali jam padat negara setempat, kenali jalan dan transportasi negara setempat karena tidak semuanya itu ramah anak. Aku jadi enggak merasa liburan di Jepang," cerita Meisya dengan raut muka sedih. 3. Buatlah perjanjian dengan anak Novita Angie menyebut dirinya dan keempat sahabatnya kerap membuat perjanjian dengan anak.
Hal tersebut menjadi penjaga agar liburan tetap berlangsung menyenangkan bukan dengan tangisan dan rengekan.
"Kalau tidak bisa kompromi yuk kita pulang saja, liburan itu harus menyenangkan, maka perjanjian praliburan itu harus diterapkan," ucapnya. 4. Beri jeda waktu bermain Arena bermain selalu masuk daftar tempat yang akan dikunjungi, tetapi Mona Ratuliu berpesan hendaknya diberikan waktu jeda agar ada saat istirahat untuk anak dan keluarga.
"Jangan dempet-dempet setiap hari pergi, bangun pagi pulang malam. Dua hari jalan-jalan sampai malam, ya hari berikutnya istirahat dulu. Untuk jaga mood anak juga," pungkasnya.