Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PANDEMI covid-19 berdampak ke berbagai sektor, termasuk industri film. Sutradara film Imperfect, Ernest Prakasa, 38, mengungkapkan produksi spin off Imperfect kemungkinan mundur akibat pandemi tersebut.
“Bulan depan sih sudah masuk prep (pre production) untuk spin off series. Dan rencana syuting di Juni. Cuma gue enggak yakin dengan kondisi saat ini masih bisa syuting di Juni,” ungkap Ernest dalam tayangan langsung Instagram IFDC (Indonesian Film Directors Club) dalam sesi One on One bersama Anggi Umbara, Rabu (1/4).
Dalam kondisi saat ini, Ernest mengaku bahwa ada perubahan yang dialaminya. “Gue berusaha produktif, apa pun yang berhubungan dengan fi lm, tapi kok susah banget. Semua (situasi) ini bikin mood jadi enggak enak,” akunya.
Meski demikian, dirinya juga berharap kondisi menjadi momentum untuk para pekerja film bisa berkonsolidasi dengan jam kerja
yang lebih sehat.
“Semoga dengan ini juga bisa kita gunakan, ya, momentum untuk membuat konsolidasi yang lebih kompak. Ini terkait jam kerja sih,
yang ujungnya kan ke kesehatan kita juga. Harapan gue ketika praproduksi dan saat ajukan waktu produksi, itu sudah masuk hitungan dengan syuting sehat. Yang menurut gue, 12-14 jam per hari itu sudah maksimal. Inginnya begitu,” tandasnya.
Sutradara Susah Sinyal itu juga menyampaikan keinginan untuk membuat film di luar genre drama komedi. Ia berkeinginan membuat film aksi. Namun, Ernest enggan asal garap.
“Sudah cari referensi. Ngobrol sama kru action, sudah mulai nyiapin. Sebenarnya memang sudah mulai bosan, gue lima kali berturut-turut drama komedi. Lebih ke kesulitan teknis. Enggak mau karbitan lah gue. Ingin banget, cuma saat ini masih harus nabung jam terbang buat matengin wawasan dan insting untuk menyutradarai. By the time gue nyebur tiba-tiba, jadi butuh jam
terbang.”
Tak hanya memikirkan diri sendiri, Ernest juga tergerak untuk membantu restoran atau kafe yang terimbas pandemi covid-19. Suami Meira Anastasia ini akhirnya memutuskan untuk membuat sebuah inisiatif bernama #MakanApaHariIni. Melalui akun Instagram-nya, setiap hari Ernest merekomendasikan beberapa usaha kuliner di Jakarta secara gratis.
Tanggung jawab moral
Pada kesempatan tersebut, ia pun melempar pertanyaan pada Anggi Umbara terkait para pengulas fi lm saat ini. Ernest menilai banyak bermunculan para peng ulas film yang digemari dengan gaya pop. Alih-alih dengan analisis yang serius, menurutnya, pengulas
film perlu menyadari posisi mereka dan tahu bahwa peng ulas fi lm juga memiliki tanggung jawab moral di masyarakat.
“Punya tanggung jawab moral untuk didengerin. Gue pernah menyimak salah stau reviewer top bahas film Perempuan Tanah Jahanam. Mereka obrolin film itu, lalu ada satu yang bilang bahwa menyukai desain produksinya, cuma enggak tahu siapa si desainer produksinya. Sebagai reviewer, harusnya bisa dong tinggal buka internet, selesai. Ini jadi semacam disrespect, enggak punya beban moral untuk edukasi orang. Tidak masalah mengkritik, hanya harus bekali dengan pengetahuan juga.”
“Bekali dengan pengetahuan, tahu sutradaranya itu sebelumnya pernah bikin apa aja, jangan sampai blank banget lah,” tambahnya. (H-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved