MENTERI Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa menyatakan launching pembagian 'kartu sakti' Jokowi tahap kedua akan dilaksanakan di lingkungan kampung, pesantren, buruh, nelayan dan petani. 'Kartu sakti' yang dimaksud ialah kartu Indonesia sehat (KIS), kartu Indonesia pintar (KIP) dan kartu keluarga sejahtera (KKS).
"Pesan Presiden RI, launching kartu harus dilakukan di titik-titik yang menjadi pusat nelayan, buruh, santri, dan petani," sebut Mensos pada rapat koordinasi persiapan pelaksanaan launching kartu tersebut di Jakarta, petang kemarin.
Selain itu, kata Khofifah, sesuai arahan Kepala Negara, launching harus dilakukan secara masif. Artinya, pelaksanaan rilis program itu tidak bersifat simbolis, melainkan mayoritas sasaran sudah memegang kartu kepesertaan masing-masing.
Lantaran itu, tambahnya, setiap daerah yang terpilih wajib sudah mendistribusikan kartu-kartu tersebut untuk minimal 1.000 jiwa dan kartu dibagikan paling lambat satu hari sebelum launching. "Jadi nanti saat di-launching Presiden, peserta dapat mengangkat kartu masing-masing untuk didistribusikan."
Peluncuran 'kartu sakti' 2015 atau tahap kedua sendiri rencananya dimulai pada 26 April atau 30 April mendatang. Waktu launching pada kabupaten/kota yang dipilih akan dilakukan secara berbeda-beda.
Pada pembagian tahap kedua ini, akan dilakukan di 12 kabupaten/kota yaitu Klaten, Sleman, Jakarta Utara, Jakarta Timur, Kabupaten Malang, Kota Malang, Kota Batu, Belitung Timur, Jambi, Karawang, Jayapura, dan Kabupaten Manokwari. Kabupaten/kota itu dipilih karena dianggap mewakili lima komponen yang disyaratkan Kepala Negara.
Lebih rinci Mensos menjelaskan, untuk KIS akan diberikan pada 88,2 juta orang, yang terdiri dari 86,4 juta kelompok penerima bantuan iuran (PBI), 340 ribu penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS), dan 500 ribu buffer atau sasaran yang sebelumnya tak terdata. (Tlc/M-6)