Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendi menyampaikan penyataan agar orang kaya menikahi orang miskin untuk memutus mata rantai kemiskinan menuai kontroversi.
Terkait hal itu, Sekjen MUI Anwar Abbas mengapresiasi apabila terjadi pernikahan antara si kaya dan si miskin. Apabila, kondisi itu bisa meminimalisasi ketimpangan yang terjadi di masyarakat.
"Kalau ada orang kaya mau dan ingin menikahi orang miskin dengan niat untuk mengangkat dan mengeluarkannya dari kemiskinan itu bagus sehingga orang dan keluarganya yang tadinya miskin bisa keluar dari kemiskinannya," kata Anwar kepada Media Indonesia, Minggu (23/2).
Baca juga: Muhadjir: Fatwa 'Si Kaya Nikahi Orang Miskin' Cuma Guyonan
Dia menjelaskan, upaya mengentaskan kemiskinan yang dilakukan masyarakat dengan cara pernikahan tentunya sebuah kemuliaan dan patut dihargai.
"Ini jelas sebuah perbuatan yang mulia yang patut kita puji dan hargai," sebutnya.
Namun, ia tidak sependapat apabila usulan yang disampaikan Menko PMK Muhadjir Effendy harus difatwakan.
"Tapi untuk melakukan itu saya rasa tidak perlu ada fatwa. Laksanakan saja bila ada yang ingin melakukannya. Kan itu tidak dilarang oleh agama," pungkasnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy menjelaskan usulannya soal fatwa orang kaya menikahi orang miskin adalah sebagai gerakan moral dan bukan suatu kewajiban.
"Fatwa kan artinya anjuran, saran, silakan saja. Saya kan minta ada semacam gerakan moral bagaimana memutus mata rantai kemiskinan itu, antara lain bagaimana supaya yang kaya tidak harus memilih-milih ketika mencari jodoh atau menantu harus sesama kaya, jadi gerakan moral saja, fatwa itu anjuran," kata Muhadjir di lingkungan Istana Jakarta. (Fer/A-3)
Dokter spesialis kulit menyarankan perawatan kulit dimulai 6 bulan sebelum pernikahan demi hasil maksimal dan menghindari risiko iritasi menjelang hari H.
Idealnya, calon pengantin sudah mulai melakukan rangkaian treatment setidaknya enam bulan sebelum hari pernikahan.
Menyambut momen bahagia, Dermalogia pun merancang program perawatan yang dipersonalisasi, menyesuaikan kebutuhan kulit dan tubuh Syifa.
Pesta pernikahan di Purwakarta berubah jadi tragedi. Tuan rumah meninggal dunia usai diduga dianiaya sekelompok preman, polisi buru pelaku.
Peneliti IPB University mengungkap faktor penyebab penurunan angka pernikahan di Indonesia, mulai dari ekonomi hingga tren "Marriage is Scary".
Salah satu hal yang paling mendesak untuk ditinjau ulang ialah penggunaan diksi dalam teks akad.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved