Petani Ganja ke Petani Kopi Jadi Kopi Jenderal

Usman Kansong
19/2/2020 10:52
Petani Ganja ke Petani Kopi Jadi Kopi Jenderal
Ilustrasi--Pengunjung kebun mengamati biji kopi Gayo kualitas unggulan menjelang masa panen di Desa Jabal Antara, Aceh Utara, Aceh.(ANTARA/Rahmad)

DIREKTUR Utama Bulog Budi Waseso meluncurkan "Jenderal Kopi Nusantara Buwas" di Gedung Bulug, Jakarta, Rabu (19/2). Kopi Jenderal ialah bisnis pribadi Budi Waseso yang biasa dipanggil Buwas itu.

Bisnis Kopi Jenderal ini, kenang Buwas, berawal tidak sengaja. Ketika menjadi Kepala Badan Narkotika Nasional, Buwas berkunjung ke Aceh dan mendapati banyak petani ganja di Gayo Luwes dan Biruen.

"Kalau ketemu bandar ganja, langsung saya tembak. Tapi, kalau petani nggak mungkin saya perlakukan seperti bandar," kisahnya.

Buwas lalu berkunjung ke Kolombia. Di sana, dia belajar bagaimana petani ganja berubah jadi petani kopi.

Baca juga: Buwas Luncurkan Kopi Jenderal

Dia kemudian menerapkan apa yang dipelajarinya di Kolombia. Buwas mengubah petani ganja menjadi petani kopi.

"Waktu petani panen kopi, mereka tanya mau diapakan biji kopi itu. Saya waktu tiga hari lagi pensiun. Saya jawab bahwa saya yang beli, saya tampung," kenangnya.

Buwas lalu belajar cara memproses kopi secara otodidak.

"Saya baca, belajar caranya sampai saya bisa menghasilkan kopi yang baik," katanya.

Lahirlah Kopi Jenderal yang lebih dulu dipasarkan di Eropa. Kini Kopi Jenderal dipasarkan di dalam negeri.

Buwas bercita-cita membangun "sekolah kopi" untuk menularkan bisnis kopi kepada anak-anak muda.

Atas jasanya mengubah petani ganja menjadi petani kopi, Dewan Adat di  Pemkab Gato Luwes dan Biruen menganugerahinya gelar adat.

"Malah di kedua kabupaten ada nama jalan pakai nama saya. Biasanya orang sudah meninggal yang namanya dipakai nama jalan," pungkas Buwas. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya