Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Komisi I DPR RI, Bobby Adityo Rizaldi, menilai perlu didalami lebih jauh alasan Dewan Pengawas (Dewas) TVRI yang memberikan sanksi pemberhentian kepada Helmi Yahya sebagai Direktur Utama (Dirut) di televisi milik negara tersebut.
"Saya rasa perlu didalami lebih jauh kenapa Dewas TVRI menjatuhkan 'talak' kepada Dirut," kata Bobby di Jakarta, Sabtu (18/1).
Baca juga: Menko Polhukam: Prajurit tidak Usah Resah Soal Asabri
Dia menilai prestasi TVRI saat ini sedang bagus misalnya rating tinggi, salah satunya karena siaran sepak bola luar negeri namun malah menjadi hal yang dipermasalahkan. Selain itu, menurut dia, laporan keuangan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menjadi baik, ternyata malah disampaikan ada potensi penyalahgunaan anggaran.
"Karena itu apabila nanti terbukti di kemudian hari setelah sengketa ini berlanjut lalu TVRI kembali terpuruk, ya publik harus tahu siapa yang punya agenda lain di TVRI," ujarnya.
Selain itu, dia berharap masalah yang terjadi di TVRI segera selesai karena sebenarnya polemik tersebut tidak perlu terjadi karena hanya butuh duduk bersama antara Dewas dan Dewan Direksi.
Politikus Partai Golkar itu menilai harus ada satu kesepakatan yang melahirkan satu komitmen yang pada akhirnya untuk kepentingan TVRI sebagai televisi nasional yang berkualitas dan mampu bersaing dengan tv swasta.
Anggota Komisi I DPR RI, Cristina Aryani, mengaku prihatin atas konflik di internal TVRI dan belum diselesaikan dengan baik.
"Komisi I DPR akan melakukan rapat dengan Dewas TVRI pekan depan untuk mendengar penjelasan dan melihat apakah langkah-langkah yang diambil telah sesuai dengan prosedur," katanya.
Baca juga: Pilkada Serentak 2020 Lebih Siap
Dia berharap kisruh tersebut tidak sampai mengganggu kinerja TVRI sebagai lembaga penyiaran publik. Selain itu, dia belum bisa menyampaikan solusi apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi polemik tersebut karena harus mendengarkan dahulu penjelasan Dewas TVRI.
"Kita dengarkan dulu, nanti baru bisa dipikirkan saran untuk solusi penyelesaiannya," ujarnya. (Ant/OL-6)
TVRI resmi membuka pendaftaran nonton bareng (nobar) berlisensi Piala Dunia 2026 melalui program Bola Gembira. Tersedia kategori komersial dan gratis.
TVRI resmi memegang hak siar Piala Dunia 2026. Lewat kampanye Bola Gembira, masyarakat bisa daftar lisensi nobar resmi secara komersial maupun gratis.
TVRI meluruskan informasi siaran Piala Dunia 2026 di YouTube. Tayangan tidak bebas, hanya melalui akun resmi pemegang hak siar di tiap negara.
Panduan lengkap cara menonton Piala Dunia 2026 di Indonesia. Cek hak siar resmi, jadwal pertandingan, dan aplikasi streaming gratis di sini.
Sebagai pemegang hak siar Piala Dunia 2026, TVRI berkomitmen memastikan akses tontonan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat.
PEKAN lalu saya mendapat undangan untuk berdiskusi dalam dialog meja bundar yang diselenggarakan Televisi Republik Indonesia (TVRI).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved