PKPU Targetkan Zakat Bagi Penerima 1,2 Juta Penerima Manfaat
MI/Bay
19/4/2015 00:00
(Dok)
Direktur Utama Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU Agung Notowiguno menargetkan pada tahun 2015 engelolaan dana zakat sebesar Rp 237 Miliar dengan 1,2 juta penerima manfaat yang berada di Indonesia maupun beberapa negara lain. "Ini menjadi tantangan kita bagaimana mengedukasi mayarakat terhadap pemahaman berzakat yang masih tergolong rendah di tanah air kita,"kata Agung Notowiguno pada acara Lokarya Pengelolaan Dana Zakat di Jakarta, kemarin.Acara tersebut dihadiri Managing Direktur PKPU Wildhan Dewayana, Sri Adi Bramasetya ,Ketua Forum Zakat, Dr. Surahman Hidayat,Ketua Dewan Syariah PKPU, dan narasumber diantaranya Dr. Oni Syahroni ,Dewan Syariah Nasional MUI, Mohammad Suharsono, Lc Dewan Syariah PKPU, Izzudin Abdul Manaf, Lc MA ,Dewan Syariah Dompet Dhuafa, Dr. Agus Setiawan Dewan Syariah PKPU), Dr. Irfan Syauqi Beik ,Dewan Syariah BAZNAS, dan Ir. Adiwarman Azwar Karim, SE, MBA, MAEP dari Dewan Syariah Al Azhar Peduli Ummat.
Melalui rilisnya kepada pers,Minggu (19/4), Agung menyatakan PKPU mengumpulkan dewan syariah zakat dari lembaga-lembaga pengelola dana zakat untuk membahas masalah duta dan agen zakat. Ia menjelaskan, sejauh ini hanya dana zakat yang dikelola baru secara keamilan, agen zakat yang akan kita gulirkan akan dikaji pada lokakarya ini, sehingga kita memiliki koridor yang syariah yang sama antara lembaga yang satu dengan yang lainnya. "Menjadi tantangan kita bagaimana mengedukasi mayarakat terhadap pemahaman berzakat yang masih tergolong rendah,"cetusnya.
Senada dengan Agung, Managing Direktur PKPU Wildhan Dewayana menambahkan bahwa ada pemikiran untuk melibatkan partisipasi masyarakat mengumpulkan dana zakat ini. Ini merupakan komitmen kuat dari kami untuk mendorong optimalisasi zakat, yang patuh terhadap koridor syariah," Dedi Fenalosa selaku ketua panitia Lokarya Pengelolaan Zakat mengatakan tujuan kegiatan ini ingin mendiskusikan tentang boleh atau tidaknya menggunakan agency dalam menghimpun dana zakat, harapannya kita ingin sama-sama mendapatkan pemahaman dan mendapatkan pengetahuan yang baru sesuai syariah tentang pengelolaan zakat di era kekinian.
Dalam sambutannya, Surahman Hidayat yang menjadi Keynote Speaker dalam acara ini menyatakan, "Zakat untuk membersihkan orang yang bezakat, dan mengembangkan dirinya. Jadi zakat itu bukan bebann namun peluang untuk membersihkan diri dan mengembangkan masyarakat. Maka dari sisi peluang, ada pertumbuhan bagi para muzakki. Peluang seperti ini harus ditangkap atau dijangkau, dengan mengirimkan duta ke tempat atau negara tersebut, agar dapat melakukan pembinaan,"paparnya. Namun juga ada tantangan diantaranya lembaga atau dari agama lain juga menintip peluang ini. Sehingga membuka area kompetisi, termasuk antara lembaga zakat sejenis Manajer Humas PKPU Sukismo menyatakan Lokakarya Pengelolaan Zakat Jilid dua PKPU ingin mengajak semua pihak terutama praktisi zakat agar potensi zakat di Indonesia dapat dioptimalkan dengan baik, ada banyak inovasi dalam memberikan edukasi ke masyarakat yang telah dilaksanakan oleh beberapa OPZ yang dapat menjadi pembelajaran bagi praktisi zakat lainnya.