Olahraga Melatih Disiplin dan Fokus

Wandari/M-1
19/4/2015 00:00
Olahraga Melatih Disiplin dan Fokus
(MI/RAMDANI)
Waktu menunjukkan pukul 15.45 WIB, anak-anak mulai berdatangan dan langsung bergegas ke lantai atas untuk mengganti pakaian dengan seragam putih dan sabuk yang dililitkan di bagian perut.

Nah, tahukah ke mana Medi berkunjung? Rabu (15/4), Medi jalan-jalan ke tempat kursus bela diri, Samurai Kids di Jakarta Barat.

\"Samurai Kids ini adalah nama programnya, semua akan diberi pelajaran menggunakan samurai dan tangan kosong,\" kata Kak Evans Arman, sang pelatih.

Filosofi Jepang
Tujuh anak telah siap berlatih, Kak Evan pun sudah memberikan aba-aba untuk memulai kelas. Mereka duduk bersimpuh dan seketika ruangan menjadi hening. Ternyata mereka sedang berdoa sebelum latihan.

Setelah berdoa, mereka melakukan gerakan yang biasa kita lihat, salam dengan menundukkan kepala dan bahu sebagai penghormatan, bukan hanya kepada sang pelatih, melainkan juga kepada teman-temannya. \"Karena kami mengadopsi seni bela diri Jepang, budaya Jepangnya juga kami bawa, menghargai pelatih dan teman-teman,\" kata Kak Wilson, yang juga salah seorang pelatih di sana.

Budaya Jepang memang seperti itu. Kak Wilson menjelaskan warga Jepang terbiasa memberikan salam dengan cara membungkukkan badan. \"Itu mengartikan saling menghargai, yang kalah menerima kemenangan lawan dan yang menang menghargai perjuangan lawan yang kalah. Jadi, enggak boleh sombong\" kata Kak Evan.

Tak hanya itu, ketika meninggalkan ruangan latihan, mereka juga memberi penghormatan kepada ruangan tersebut.

Peregangan otot dan pemanasan
Sebelum memulai latihan, mereka melakukan stretching atau peregangan otot dan pemanasan. Kalian tahu apa bedanya? \"Stretching itu untuk meregangkan otot-otot, agar tidak keram, sedangkan pemanasan gunanya memompa kerja jantung dulu, agar tidak kaget ketika melakukan latihan,\" kata Kak Wilson sembari menarik Geraldo, salah seorang peserta Samurai Kids untuk memimpin pertegangan otot.

Ya, karena Samurai Kids diajarkan saling menghormati, bertanggung jawab, bersikap baik, berani, dan percaya diri, secara rutin pesertanya bergantian memimpin peregangan otot pada setiap pertemuan.

Berbeda dengan peregangan otot, pemanasan selalu dipimpin pelatih. Caranya menyenangkan, lomba yang disebut Kak Wilson sederhana.

Mereka dibagi menjadi beberapa kelompok yang akan menyelesaikan beberapa gerakan seperti berlari, push-up dan sit-up, bergantian dengan teman sekelompoknya. Jadi harus saling membantu dan menyemangati ya.

Lima gerakan dasar
Saat memasuki latihan inti, secara kompak kaki mereka sudah dalam keadaan hibadaci atau yang kita kenal sebagai kuda-kuda, posisi kedua kaki dibuka lebar lalu lutut ditekuk. Sikap badan itu harus dilakukan agar tubuh kuat saat diserang oleh lawan.

Di Samurai Kids, kalian akan belajar lima gerakan dasar dengan tangan kosong yang dinamakan dengan goshindo kata. Ya, goshindo tak memakai alat sama sekali, kalian menyerang dengan tangan kosong.

\"Kelima gerakan itu ialah ashi, yaitu serangan ke arah kaki. Men, serangan ke arah kepala, kote ke arah tangan, do mengarah ke badan, dan tsuki yaitu tusukan,\" jelas Kak Evans.

Senjata samurai
Nah, kini giliran latihan samurai. \"Dinamakan Samurai Kids karena di sini semua murid akan belajar menyerang menggunakan samurai, dan kids itu sendiri karena semua muridnya ialah anak-anak,\" kata Kak Evan lagi.

Namun, tentu saja bukan samurai yang tajam ya sobat, karena itu sangat berbahaya.

Samurai yang digunakan anak-anak di sini terbuat dari busa kuat, tapi lentur supaya saat terkena serangan, tidak menimbulkan luka. \"Teknik yang kita gunakan itu sebagai olahraga, bukan untuk menyerang dengan samurai benaran,\" kata kak Evan.

Samurai yang digunakan pun ada dua nih, yaitu kodachi berupa samurai pendek dan choken berupa samurai panjang. Kak Evan juga menunjukkan bagaimana cara menggunakannya. \"Kodachi itu untuk menyerang lawan pada jarak dekat, sedangkan choken untuk menyerang pada jarah yang agak jauh, memegang choken pun harus dua tangan,\" kata Kak Evan.

Jika materi yang diterima murid sudah diserap dengan baik, setiap empat bulan sekali akan ada kenaikan tingkat yang ditandai dengan warna sabuknya. Di Samurai ada 12 tingkatan, putih, putih strip 1, putih strip 2, oranye, oranye strip kuning, kuning, kuning strip hijau, hijau, hijau strip biru, biru strip cokelat, cokelat strip hitam dan hitam

Saatnya bertarung
Selesai berlatih goshindo kata dan samurai, mereka diberi waktu untuk istirahat. Mereka berlari dan membuka lemari tempat menyimpan tas mereka, mencari botol minum. Waktu istirahat yang sempit membuat mereka tidak menyia-nyiakannya untuk minum, memulihkan energi karena mereka akan memasuki latihan fighting atau pertarungan.

\"Yee, ayo, ayo!\" kata Geraldo, anak kelas 5 SD Dian Kasih Internasional School yang bersemangat mengikuti sesi pertarungan. Tak hanya Geraldo, semua anak pun bersorak senang.

Ya, sesi pertarungan itu menjadi favorit sekaligus menantang bagi semua peserta Samurai Kids. Di sesi latihan itu, setiap murid akan melawan temannya sendiri menggunakan kodachi. Untuk berjaga-jaga, mereka menggunakan helm untuk melindungi kepala.

Pertarungannya seru lo sobat, mereka harus menyerang juga pandai menghindar, jangan sampai tubuh kita terkena kodachi lawan. Jika terkena satu kali saja, kita dinyatakan kalah.

Seru kan belajar bela diri di Samurai Kids? Kalian bukan hanya bisa melindungi diri, melainkan juga mengenal nilai-nilai sportivitas dan manfaat olahraga.

Ruangan yang cukup besar itu memiliki jendela yang banyak yang memungkinkan udara segar masuk ke ruangan. Lantai dari kayu dan tanaman di pojok, menambah sejuk kelas itu.

Yuk, kenalan dengan yoga! Berbeda dengan Samurai Kids tadi, dalam gerakannya, yoga lebih santai. 

Ritual sebelum latihan
Empat anak hadir di ruang latihan Colour Yoga di kawasan Gondangdia Lama, Jakarta Pusat, Selasa (14/4) sore, termasuk seorang teman kita yang menyandang autisme. Mereka memulai olahraga dengan meletakkan matras masing-masing di lantai. Matras itu akan digunakan sebagai alas. Ya, karena gerakannya akan lebih banyak dilakukan sambil duduk maupun berbaring.

Tepat pukul 16.00 WIB, dalam keadaan duduk, sang pelatih membunyikan chanting sebagai tanda mulainya kelas yoga. \"Gunanya chanting ialah pertanda dimulainya yoga, jadi mereka harus fokus, ibaratnya seperti mengoneksikan pikiran mereka dengan latihan yoga,\" kata Kak Imelda, sang pelatih.

Selain itu, mereka menyanyikan sebuah lagu, sambil menggerakkan tangan mereka ke atas, samping, dan belakang tubuh. \"Kalau yang ini dilakukan agar anak-anak semangat mengikuti yoga,\" kata Kak Imelda.

Latihan pernapasan

Mereka memulai gerakan yoga dengan duduk dan punggung ditegakkan, tangan di atas paha sambil memejamkan mata. Kak Imelda memberikan selembar tisu kepada setiap anak, tisu tersebut dilipat dan disimpan di depan mereka.

Hembusan napas panjang yang dicontohkan Kak Imelda diikuti semua anak. Akan tetapi, kemudian berubah menjadi hembusan napas pendek serta cepat. Hal tersebut dilakukan berulang.

Setelah itu, jari manis pada tangan kanannya dikaitkan ke jari kelingking. Lalu, ditempelkan menutupi lubang hidung, begitu pun dengan jempol yang menutupi lubang satunya.

Dengan menghembus napas panjang dan pendek, dan lubang hidung ditutup bergantian, lama-lama hidung mereka mengeluarkan kotoran. \"Gunanya untuk lebih rileks dan meningkatkan fungsi paru-paru dan jantung,\" kata Kak Imelda sambil melatih anak-anak.

Tema latihan yoga hari itu ialah pergi ke angkasa. Mereka akan menggerakkan tubuh mereka sesuai dengan nama-nama benda luar angkasa.
 
Misalnya, saat akan meluncur keluar angkasa menggunakan roket, sang anak menempelkan kedua telapak tangannya di depan dada lalu mendorong tangannya ke atas membentuk seperti roket yang akan meluncur. \"Wuss, wuss,\" ucap mereka berbarengan untuk  menciptakan efek meluncur ke angkasa.

Begitu pun saat mereka berada di angkasa, mereka akan menjadi sebuah bintang. Caranya, mereka duduk dengan punggung tegak, kedua tangannya menyentuh bahu, lalu bergerak ke kiri dan kanan yang akan terlihat seperti bintang yang berkelap-kelip.

Lain halnya dengan bentuk bulan, mereka meluruskan satu kanannya ke atas dan memiringkan tubuhnya ke samping kiri dan sebaliknya membentuk bulan sabit. Mereka pun akan menjadi pelangi yang melengkung membentuk setengah lingkaran.

Tema yang dibawakan Kak Imelda memang sangat menarik, tiap pertemuan pasti berbeda.

Manfaat yoga
Gerakan-gerakan yoga itu memang banyak manfaatnya. Otot-otot tubuh kalian tidak akan kaku. Selain itu, berolahraga dalam keadaan hening dan tenang akan berimbas pada ketenangan jiwa dan pikiran, sehingga kita juga akan belajar fokus.

\"Mereka akan bisa menyeimbangkan tubuh dan pikiran, seperti yang mengidap autis, akan lebih fokus pada alam pikiran sendiri,\" kata Kak Imelda.

Perkataan ibu Imelda itu pun disetujui Ibu Yuke, ibunda Michelle, peserta kelas yoga itu.

\"Bergabung pada kelas yoga sejak satu tahun terakhir, Michelle lebih bisa mengontrol emosi karena di sini pun melatih motoriknya dia,\" kata Ibu Yuke. Olahraga kamu apa?



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya