Kuantar Hingga ke Puncak

Ramdani/Rio/M-4
19/4/2015 00:00
Kuantar Hingga ke Puncak
Pendaki menaiki puncak Gunung Tambora di ketinggian 2.851 mdpl, Dompu, Nusa Tenggara Barat, Kamis (9/4).(MI/RAMDANI)

SELANGKAH demi selangkah Michael Kusumo, 57, mendaki Gunung Tambora dengan dibantu tongkat daki di tangan kanannya. Ada yang berbeda dari penampilan sales perusahaan IT education dan consulting itu.

Ia tidak membawa tas carrier layaknya pendaki gunung. Ia hanya berbekal kamera saku di pinggang dan tangan kirinya membawa botol air minum.

Ya, dia hanya berjalan santai menikmati alam saat menuju puncak gunung. Semua perlengkapannya dibawakan portir yang disediakan event organizer (EO) Wisata Gunung, yang disewanya seharga Rp2,5 juta per orang.

Bersama temannya, Biantoro Ahmad, dan beberapa orang lainnya, ia tidak harus kerepotan memilih jalur yang harus dilalui, memasak, atau membawa perlengkapan mereka sendiri.

Semua sudah disediakan EO, baik portir maupun pemandu.

Michael sengaja memilih menggunakan jasa EO karena ia belum mengetahui jalur pendakian Gunung Tambora dan mempermudah dirinya yang sudah tidak muda lagi.

Keputusan Michael menggunakan EO bukan kali pertama, melainkan sudah beberapa kali pendakian, seperti ke Semeru dan Rinjani.

Bahkan ia berencana menggunakan EO untuk pendakian ke Kilimanjaro, Tanzania, Agustus mendatang.

"Sudah beberapa kali pakai EO. Biasanya pakai EO kalau pertama kali untuk mempermudah akses. Berikutnya saya berangkat sendiri," ujarnya kepada Media Indonesia di Tambora, Nusa Tenggara Barat, Kamis (9/4).

Layaknya Michael, Gita lebih senang menggunakan EO guna menghemat waktu dan memudahkan bujet.

"Selain kita lebih bisa mengatur waktu, bujet, dan perlengkapan yang kita bawa, kita bisa lebih safe selama pendakian karena ada guide yang mendampingi," kata Gita yang menggunakan EO saat ke Gunung Semeru, Rinjani, dan Tambora.

EO naik gunung sebenarnya sudah ada sejak lama, tapi baru lima tahun terakhir mengalami peningkatan.

Hal itu, menurut pemilik EO Wisata Gunung Adi Setiadi, disebabkan suksesnya film 5 Cm dan maraknya media sosial.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya