Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENULIS Eka Kurniawan menolak Anugerah Kebudayaan dan Maestro Seni Tradisi 2019, mulanya penghargaan itu akan diberikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kepadanya pada Kamis malam, (10/10).
Dalam keteranganya, ada beberapa alasan yang membuatnya menolak penghargaan tersebut, salah satunya mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam memberikan apresiasi bagi pekerja seni dan budaya.
Ia menilai penghargan yang akan diterimanya yang berupa pin dan uang senilai Rp50 juta dipotong pajak tersebut, terlihat kontras dengan hadiah yang diterima para atlet atau olahragawan yang memenangkan olimpiade.
"Reaksi saya secara otomatis adalah, 'Kok, jauh banget dengan atlet yang memperoleh medali emas di Asian Games 2018 kemarin?' sebagai informasi, peraih emas memperoleh Rp1,5 miliar. Peraih perunggu memperoleh Rp250 juta. Pertanyaan saya mungkin terdengar iseng, tapi jelas ada latar belakangnya, " kata Eka dalam keteranganya, Jakarta, Kamis (10/10).
Ia juga menilai bahwa, negara telah mangkir dalam memberikan perlindungan pada industri perbukuaan, ia pun mempertanyakan kepedulian pemerintah dengan pekerja seni dan budaya.
"Akhir-akhir ini, industri perbukuan, terutama penerbit-penerbit kecil dan para penulis, menjerit dalam ketidakberdayaan menghadapi pembajakan buku, " jelas Eka
"Yang jelas, sudah selayaknya negara memberi perlindungan, " imbuhnya.
Menurut Eka, jika perlindungan kebebasan berekspresi masih terengah-engah, setidaknya negara bisa memberi perlindungan secara ekonomi, meyakinkan semua orang yang berada di industri buku agar hak-haknya tidak dirampok.
"Memikirkan ketiadaan perlindungan untuk dua hal itu, tiba-tiba saya sadar, Negara bahkan tak punya komitmen untuk melindungi para seniman dan penulis atas hak mereka yang paling dasar, kehidupan," ucapnya.
Dengan kesadaran seperti itulah, beberapa hari lalu akhirnya penulis novel 'Cantik Itu Luka' tersebut membalas surat dari Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebudayaan.
Bahwa dirinya memutuskan tidak datang pada 10 Oktober 2019, serta menolak pemberian Anugerah Kebudayaan dan Maestro Seni Tradisi 2019.
"Suara saya mungkin terdengar arogan, tapi percayalah, negara ini telah bersikap jauh lebih arogan, dan cenderung meremehkan kerja-kerja kebudayaan," pungkasnya. (OL-09)
Penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada kepala daerah, pemerintah provinsi, kabupaten dan kota yang berhasil menghadirkan terobosan nyata untuk masyarakat.
Penghargaan ini menjadi pengakuan atas kontribusi KrediOne dalam memperluas akses pembiayaan serta mendorong penguatan sektor UMKM
Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kesehatan kembali menorehkan prestasi membanggakan ditingkat nasional dengan meraih penghargaan sebagai Kota Unggul dalam Inovasi ibu dan anak.
Kepemimpinan kuat dorong kinerja berkelanjutan dan perluasan akses proteksi syariah
Pada ajang Listrik Indonesia Award 2026, Wuling mendapatkan apresiasi atas komitmen di industri mobil listrik.
Ayu menyampaikan pendekatan yang dikembangkan tak hanya berfokus pada layanan estetika konvensional, tetapi juga menekankan aspek keamanan, terutama bagi pasien.
Dalam pandangan Gol A Gong sastra berfungsi sebagai ruang jeda dari banjir informasi digital yang dangkal.
SAYEMBARA Novel DKJ 2025 telah mengumumkan pemenangnya semalam, Rabu, (5/11) di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat.
Kemendikdasmen melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) menegaskan komitmen negara terhadap pengembangan, pembinaan, dan pelindungan bahasa serta sastra.
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), menggelar rangkaian kegiatan strategis dalam rangka penguatan literasi dan sastra, serta revitalisasi bahasa daerah di Jawa Tengah.
Aprinus mencontohkan, beberapa karya yang kandungan SARA, yakni pada novel Salah Asuhan yang pada draf awalnya disebut menyinggung ras Barat (Belanda).
Sastra sebagai suatu ekspresi seni berpeluang mempersoalkan berbagai peristiwa di dunia nyata, salah satunya adalah persoalan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved