(Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar (kanan) dan Perdana Menteri Norwegia Erna Solberg mengunjungi suku Anak Dalam--Dok. Kementerian LHK)
MOBILdouble cabin itu berupaya mendaki bukit dengan kemiringan sekitar 40 derajat. Mesinnya menggerung, tapi bodinya tak bergerak. Keempat rodanya kian terbenam di lumpur, mencipratkan tanah merah. Insiden itu terjadi Rabu (15/4), di kawasan perkebunan sawit PT Malaka Agro Perkasa, di Dusun Senamat Ullu, Muaro Bungo, Jambi, Rabu (15/4).
Mobil itu bukan sedang mengikuti reli. Kendaraan yang merupakan voorijder milik kepolisian itu sedang membuka jalan untuk tamu khusus dari Jakarta, yakni Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya dan Perdana Menteri Norwegia Erna Solberg beserta rombongan. Mereka akan menemui suku Anak Dalam atau biasa disebut orang rimba.
Melihat medan yang tak mungkin ditembus kendaraan, bapak-bapak polisi itu sigap turun dan berkoordinasi dengan jajaran Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) yang berada di kendaraan di belakang mereka. Keputusan diambil, perjalanan dilanjutkan berjalan kaki.
Sulitnya medan ternyata tak menyurutkan niat ibu menteri dan koleganya dari Norwegia itu untuk menemui suku Anak Dalam kelompok Badai dan Salim yang telah menanti di lokasi sekitar 1 kilometer dari titik kendaraan tergelincir.
Karena tidak menggunakan alas kaki khusus untuk tracking, beberapa kali langkah anggota rombongan nyaris terpeleset. Akhirnya, sekitar pukul 17.00 WIB, rombongan tiba di tenda yang dipersiapkan untuk menemui sekitar 50 orang dari suku Anak Dalam. Padahal, berdasarkan jadwal, rombongan bertemu dan berdialog dengan mereka pukul 15.00 WIB-17.30 WIB.
Salah seorang staf dari Komunitas Konservasi Indonesia Yayasan Warsi (Warung Informasi Konservasi) lantas memperkenalkan para tamu kepada orang rimba. ''Kalau Ibu Siti Nurbaya ini ialah menterinya Bapak Presiden Jokowi. Bapak-Bapak kenal Pak Jokowi?'' tanya staf Warsi.
''Au, au, kenal,'' jawab orang rimba, serempak. Sulitnya kondisi jalanan ditambah ketiadaan penerangan di jalan menuju jalan raya membuat kunjungan itu dipersingkat. Setelah menemui dan berdialog dengan orang rimba, sekitar pukul 17.45 WIB, rombongan segera meninggalkan lokasi yang mulai diselimuti gelap.(M-6)