Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ASUPAN gizi yang baik harus dibarengi dengan stimulasi. Kedua hal tersebut menjadi kunci anak tumbuh dan berkembang dengan optimal. Ahli neurologi anak, dr Attila Dewanti SpA(K) dari Rumah Sakit Ibu dan Anak Brawijaya, menuturkan peran gizi amat penting, terutama pada fase 1.000 hari pertama kehidupan.
Oleh karena itu, sejak anak masih dalam kandungan hingga usia dua tahun, orangtua harus memastikan asupan nutrisinya cukup. Fase tersebut merupakan fase emas tumbuh kembang, terutama fungsi kognitifnya. "Dukungan orangtua adalah dengan menyediakan asupan gizi sejak awal tahapan kehidupan," tuturnya di Jakarta, pekan lalu.
Menurut Attila, nutrisi yang penting bagi tumbuh kembang anak saat dalam kandungan hingga balita, antara lain asupan asam linoleat, kolin pada telur dan DHA, kalsium, sfingomielin, dan vitamin D.
Semua nutrisi tersebut dibutuhkan untuk perkembangan hipokampus, yakni bagian dalam otak yang berfungsi untuk memori dan proses belajar.
"Ibu hamil jangan lupa mengonsumsi zat besi yang cukup," ujar Attila. Nantinya, ketika anak sudah waktunya makan makanan pendamping ASI, ibu bisa memberikan zat besi yang umumnya terkandung dalam sayuran berwarna, serta asupan zink yang biasanya terkandung pada daging atau susu jika diperlukan. "Selain itu, pemberian vaksin sangat penting untuk mencegah penyakit infeksi pada anak," tuturnya.
Senada dengan Attila, dalam kesempatan berbeda, Satgas Imunisasi Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Prof dr Soedjatmiko SpA(K) mengatakan, imunisasi berperan penting untuk meningkatkan kekebalan tubuh bayi dan anak agar mampu melawan penyakit menular yang berbahaya. "Anak yang tidak mendapatkan imunisasi dasar lengkap berpotensi tidak memiliki kekebalan yang spesifik terhadap suatu penyakit sehingga dapat menyebabkan sakit berat, cacat, bahkan meninggal," ujarnya.
Attila menambahkan, jika kecukupan nutrisi anak sudah terpenuhi, diperlukan stimulasi. Tujuannya, memperoleh pengalaman baru dari setiap tahapan belajar.
Stimulasi pada bayi baru lahir, seperti mengajak bicara saat mandi, memberikan pijatan, memeluk, dan menyentuh yang membuat indra lebih peka. Dengan stimulasi, terjadi pembentukan sirkuit baru pada otak anak sehingga luas sirkuit yang semula terbatas akan menjadi lebih luas.
Psikolog anak dan keluarga, Rosdiana Setyaningrum, mengatakan ketika mengajarkan sesuatu pada anak, harus sesuai tahapan usianya.
"Orangtua tidak boleh memaksakan pengajaran pada anak, tapi mendampingi dan mengasah kemampuan belajarnya agar meraih capaian penting dalam tumbuh kembang sesuai tahapan usia," ujarnya.
Rosdiana menjelaskan, nantinya terbentuk kemampuan belajar progresif yang dibutuhkan untuk membentuk karakter pada anak-anak dan menemukan bakat mereka.
Pada acara yang bersamaan PT Wyeth Nutrition Sduaenam meluncurkan inovasi terbaru S-26 Procal Gold, tampil Yuma Soerianto yang dikenal sebagai app developer cilik asal Indonesia adalah salah satu contoh anak yang menjadi hebat dengan belajar.
Di usianya yang baru 12 tahun, Yuma telah menciptakan sejumlah aplikasi. Prestasi Yuma tak lepas dari peran kedua orangtuanya yang selalu mendukungnya dari sisi gizi maupun stimulasi untuk belajar menjadi hebat.
“Aku belajar coding sejak usia 6 tahun sehingga aku bisa seperti saat ini. Dimulai dari coding dasar, hingga sekarang aku bisa membuat berbagai aplikasi seperti Kids Calculator untuk membantu teman-temanku belajar matematika," kata Yuma.
“Wyeth percaya bahwa setiap anak memiliki potensi untuk menjadi anak hebat. Kami juga memahami bahwa orangtua memerlukan dukungan dalam membesarkan anak Generasi Alpha. Untuk itu, S-26 Procal Gold hadir dengan inovasi terbaru Multiexcel alpha-Lipids System yang membantu mendukung pertumbuhan si Kecil,” ujar Syara Latifatun Anisa, Brand Manager GUM Gold. (Ind/*/H-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved