Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MASIH teringat dalam ingatan Maharani, 38, setiap bulan sekali dirinya pasti ke dokter karena infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) yang diderita anaknya, Akbar, 7. Kalau salah makan atau terpapar udara dingin sedikit saja, suhu badan Akbar langsung naik dan batuk-batuk.
"Setiap bulan ada saja penyebabnya. Minum yang dingin-dingin, makan yang mengandung MSG, atau cuma karena terpapar udara dingin AC. Pokoknya harus ke rumah sakit. Dokter bilang anak saya kena ISPA dipicu alerginya dan menurun daya tahan tubuhnya," ucap Maharani di Jakarta, kemarin.
Pilek yang berujung sinusitis dan amandel yang membesar sampai menyebabkan infeksi pada telinga pernah dialami Akbar. Setelah Akbar berusia 5 tahun, keluhan ISPA tersebut lambat laun berkurang dari sebulan sekali menjadi tiga bulan sekali dan akhirnya enam bulan sekali.
"Mungkin karena daya tahan tubuhnya telah meningkat seiring bertambahnya usia," sebut Maharani.
Dokter spesialis paru, Faisal Yunus, menjelaskan bahwa ISPA merupakan infeksi pada saluran pernapasan yang disebabkan bakteri serta berbagai macam zat yang terkandung dalam udara.
"Beberapa penyakit yang termasuk dalam ISPA ialah pilek, sinusitis, tonsillitis, dan laringitis, " kata Faisal dalam sambungan telepon saat dihubungi di Jakarta, kemarin.
ISPA sebenarnya dapat dialami segala usia. Kondisi pada beberapa orang, seperti anak-anak di bawah usia 5 tahun hingga orang tua lebih rentan terkena ISPA. Sistem pertahanan tubuh terhadap virus penyebab infeksi yang tidak kuat membuat mereka mudah terkena ISPA.
Namun, kata Faisal, orang yang sehat pun dapat tertular ISPA apabila menghirup udara yang mengandung virus atau bakteri seperti influenza A, human metapneumovirus (hMPV), respiratory syncytial virus (RSV), parainfluenza, thinoviruses, dan epstein-barr virus (EBV).
Zat-zat dalam udara akibat pembakaran sampah ataupun kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga dapat menyebabkan orang yang sehat terkena ISPA.
"Biasanya pada asap kebakaran, gas-gas itu bisa keluar, kemudian pertikel ada kita sebut namanya PM 2,5. Nah, itu kalau indeks partikelnya sudah tinggi dapat menyebabkan infeksi pada saluran pernapasan kita," urainya.
Kementerian Kesehatan mencatat sekitar 900 ribu orang menderita infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) di enam provinsi, yaitu Riau, Sumatra Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Seorang bayi di Riau dan balita di Palembang bahkan meninggal dunia karenanya.
ISPA ditandai dengan batuk, hidung tersumbat, pilek, bersin-bersin, nyeri otot, batuk berdarah, sesak napas, serta demam. Kalau gejala tersebut berlangsung lama hingga 3-14 hari, kata Faisal, itu harus diwaspadai. "Segera bawa ke dokter," serunya.
Turunkan fungsi paru
Dokter spesialis anak, Catharine M Sambo dari Ikatan Doktor Anak Indonesia (IDAI), mengungkapkan, anak menjadi kelompok yang paling rentan terkena dampak asap karena menghirup lebih banyak udara.
"Sementara bobot tubuh dan kali-ber saluran napas lebih kecil, serta pada usia inilah anak aktif bermain, belajar, dan berkegiatan," kata Catharine saat di temui di kantor PB IDI, Jakarta, kemarin.
Asap dapat menyebabkan iritasi pada mata, tenggorokan, dan paru-paru sehingga menurunkan fungsi paru-paru pada anak. Untuk mencegahnya, anak perlu mengurangi aktivitas di luar rumah.
Mengingat dampak serius yang ditimbulkan, pencegahan serta pengobatan terhadap ISPA pun menjadi sangat penting. Untuk pencegahan sendiri dapat dilakukan dengan menghindari kawasan berpolusi tinggi dan menggunakan masker saat beraktivitas, khususnya masker N95.
"Tutup jendela dan pintu, serta berdiamlah di ruangan yang paling sejuk di rumah. Pastikan jumlah asupan cairan dan makanan anak terjaga untuk mencegah dehidrasi dan gangguan nutrisi," jelasnya.
Jika memang anak dalam situasi harus melakukan aktivitas di luar rumah, orangtua sebaiknya memakaikan anak pakaian yang menutup kulit, serta berikan topi, kacamata, dan masker.
Adapun bagi anak dengan asma, pastikan obat inhaler untuk mengatasi serangan asma tersedia terutama jika muncul keluhan batuk dan sesak.
Untuk menghadirkan lingkungan dengan kualitas udara yang baik, disarankan ada ruangan khusus bebas asap. Jendela dan lubang-lubang di ruangan tersebut ditutupi dakron yang dibasahi dengan air sehingga partikel serta zat pada udara akan tertempel di dakron. Akan lebih baik jika disediakan air purifier (pemurni udara) dan air conditoner dalam ruangan tersebut.
Menteri Kesehatan Nila Moeloek menyadari ruangan khusus bebas asap di wilayah karhutla menjadi barang mahal saat ini. Karena itu, Menkes telah menginstruksikan agar puskesmas dan rumah sakit yang menjadi posko penanganan karhutla wajib menyediakan satu ruangan khusus yang bebas dari asap yang disebutnya rumah singgah. (Sru/H-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved