Akun Bocoran Soal UN Ditutup

MI/Tim/H-2
16/4/2015 00:00
Akun Bocoran Soal UN Ditutup
(ANTARA/Oky Lukmansyah)
PEMERINTAH langsung mengambil langkah cepat dengan segera menutup salah satu akun di Google Drive yang dipakai untuk penyebaran naskah soal ujian nasional (UN) secara ilegal oleh orang dari percetakan naskah UN. "Begitu ada laporan kepada kami dua hari lalu, kami mengambil langkah cepat secara simultan untuk mengatasi temuan adanya naskah UN untuk satu provinsi di luar Jawa yang di-upload ilegal di salah satu akun Google Drive," ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan kepada pers di Kemendikbud, Jakarta, kemarin. Ia menjelaskan pada Senin (13/4) siang pihaknya sudah menerima laporan format PDF naskah UN yang diunggah secara ilegal pada sebuah akun Google Drive. Ia lalu menelepon pihak Google Inc, pada Senin (13/4) petang.

Beberapa saat kemudian, pihak Google Inc dari kantor pusatnya di Amerika Serikat menghapus file akun Google Drive tersebut, menonaktifkannya, dan menutup akses atas akun yang memuat file itu. Anies menerangkan berdasarkan penelusuran Polri melalui data id Google Drive terdapat nama akun pihak percetakan UN. "Ini sudah kami proses hukum dan kami serahkan ke Mabes Polri untuk meyelesaikannya," cetus Anies. Saat ditanya motif orang dari percetakan UN itu, Anies menyatakan tidak tahu persis. "Yang jelas perbuatan mereka mencederai para siswa yang tekun belajar UN. Begitu pun pihak guru yang memberikan pelajaran dengan serius."

Ia menyatakan sejauh ini belum ada rencana untuk UN ulangan lantaran buklet paket UN yang sempat ter-upload secara ilegal baru sedikit. "Sejauh ini belum ada rencana UN ulangan. Dari 11.730 buklet paket UN, yang ter-upload ilegal di Google hanya 30 buklet. Jadi, masih kecil sekali dan cepat ditutup pihak Google." Mendikbud kembali menegaskan komitmen pemerintah untuk tidak memberikan toleransi atas tindakan kecurangan dan kebocoran UN. "Saya berharap masyarakat bila menemukan kecurangan dan kebocoran UN, segera laporkan kepada Kemendikbud atau kepolisian untuk ditindaklanjuti," pungkasnya.

13 provinsi
Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) dan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) menyatakan hingga hari terakhir pelaksanaan UN SMA dan sederajat kemarin, mereka sudah menerima laporan bocoran UN dari 13 provinsi melalui posko pengaduan yang dibuka di 46 kabupaten pada 22 provinsi. Sekjen FSGI Retno Listyarti mengatakan jenis kecurangan antara lain jual beli kunci jawaban terutama di DKI Jakarta dan Jawa Timur yang dikoordinasikan siswa di kelas.
Selanjutnya ada tim sukses di daerah seperti Kutai Barat dan Kepulauan Riau, serta yang paling baru ialah bocoran dari internet.

Untuk kasus terakhir, FSGI mencatat terjadi di Pemalang, Jawa Tengah, Bandung, Jawa Barat, dan Jakarta. "Ada enam pelajaran IPA yang bisa diunduh dua hari sebelum UN. Dari hasil pantauan, terutama kimia, betul-betul sama. Tapi dari 25 jenis soal, cuma bisa diunduh 20 soal." Retno pun menyarankan kepada pemerintah agar hasil UN tidak dijadikan pertimbangan masuk perguruan tinggi negeri (PTN). "UN memang sudah tidak lagi jadi penentu kelulusan siswa. Mestinya juga jangan jadi pertimbangan masuk PTN agar kecurangan UN bisa menurun," tukas Retno.




Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya