Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Kesehatan Nila Djuwita Faried Anfasa Moeloek menegaskan Indonesia masih mempunyai permasalahan dengan penyakit tidak menular. Meski sudah berkurang, angkanya masih terbilang tinggi.
"Penyakit katrastopik ini sangat menyita biaya tinggi. Kita bisa lihat 10 peringkat teratas penyebab kematian ternyata berubah. Stroke meningkat jadi 122,8%," papar Nila dalam keterangan pers yang diterima Media Indonesia, Jumat (20/9).
Baca juga: Ketua KONI akan Siapkan Sistem Pendanaan Baru yang Transparan
Nila berharap, tindakan preventif dari masyarakat dapat terus digencarkan. Oleh karena itu, ia mengapresiasi adanya Gerakan Masyarakat Sehat (GERMAS) yang diprakarsai oleh Presiden RI Joko Widodo. Presiden mengajak seluruh masyarakan untuk kembali ke hulu agar menerapkan paradigma hidup sehat dalam kehidupan.
"Misalnya membiasakan jalan kaki seperti di Jepang, menjaga kesehatan agar mindsetnya tidak sakit lalu dapat BPJS, tapi bagaimana supaya tetap hidup sehat," tutur dia.
Sehari sebelumnya saat menjadi pembicara dalam seminar bertajuk Kesehatan Indonesia Menghadapi Revolusi Industri 4.0 di Gedung Eks DPRD Sulawesi Utara, Kamis (19/9), Nila mengutarakan pembangunan sektor kesehatan RI sudah menunjukkan keberhasilan kalau dilihat dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Oleh karena itu, lanjut dia, dunia kesehatan Indonesia dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0 perlu didorong dengan optimisme. "Kita meningkat, angka usia harapan hidup dari 70% jadi 71,2%. Bahkan akan jadi 72%," paparnya.
Sebelumnya, Ketua Umum PP KAGAMA Ganjar Pranowo dalam sambutannya di acara tersebut membabar pengalamannya saat berkunjung ke Jepang. Diceritakan Ganjar, kebijakan transportasi di Jepang terintegrasi dengan kebijakan kesehatan.
"Kita agak malas jalan kaki, cuci tangan, asupan. Saya tanya ke Jepang, kenapa dari subway ke jalanan umum nggak ada ojol (ojeg online)? Supaya masyarakatnya jalan kaki," paparnya.
Contoh lain, kata Ganjar, setiap anak sekolah yang terkena obesitas, guru yang bersangkutan langsung memanggil orang tua mereka.
"Para orang tua dikasih manual lalu harus lapor perkembangan anaknya. Karena kalau mereka sehat, negara tidak terlalu banyak ngurusi kesehatan di hilir. Kita belajar dari mereka," pungkas Ganjar yang juga Gubernur Jawa Tengah itu.
Seminar ini merupakan rangkaian Seminar Nasional di Lima Kota Lima Pulau (Balikpapan, Semarang, Manado, Medan, dan Bali). Adapun seminar kali ini dihadiri lebih dari 500 peserta.
Munas XIII KAGAMA akan dilaksanakan di Bali pada 14-17 November 2019 mendatang. Pada munas nanti, Presiden Joko Widodo yang juga alumnus Fakultas Kehutanan UGM, dijadwalkan hadir dan membuka Munas secara resmi. (*)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved