DALAM rangka menumpas pemberontakan separatisme di Indonesia, seperti pemberontakan Republik Maluku Selatan di Ambon pada 1950, Kolonel Inf Kawilarang yang pada waktu itu menjabat sebagai Panglima TT III (sekarang Kodam III/Siliwangi) mempunyai gagasan untuk membentuk pasukan khusus yang dinamakan Kesatuan Komando TT III/Siliwangi.
Setelah segala sesuatu yang menyangkut pembentukan satuan komando yang menyangkut personel, administrasi, logistik dan pangkalan, maupun segala hal yang diperlukan untuk persiapan cukup matang, Panglima TT III/Siliwangi mengeluarkan Instruksi No 55/Instr/1952 tanggal 16 Oktober 1952 tentang pembentukan dan penetapan Kesatuan Komando Teritorium III disingkat Kesko III.
Dalam perkembangannya pasukan khusus Kesko III berkembang menjadi Batalyon Shandi Yudha dalam rangka menumpas pemberontakan G-30-S/PKI.
Lalu, Pangab menginstruksikan Kopassandha ditingkatkan menjadi pasukan khusus yang dituangkan dalam Surat Keputusan KSAD Nomor Skep/446/V/1998 tanggal 2 Mei 1985.
Sejak saat itu nama Kopasandha berubah menjadi Kopassus (Komando Pasukan Khusus) yang bermarkas di Cijantung.
Mengingat tanggal 16 April 1952 merupakan sejarah terbentuknya pasukan khusus, maka setiap 16 April saat ini diperingati sebagai hari ulang tahun Kopassus.