Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH harus lebih optimal dalam upaya membebaskan tenaga kerja Indonesia (TKI) yang kini menghadapi hukuman mati di luar negeri, termasuk di Arab Saudi.
Berdasarkan data Kementerian Luar Negeri, saat ini ada 37 TKI yang menunggu eksekusi mati di Arab Saudi.
Hal itu disampaikan Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq saat menanggapi eksekusi mati Siti Zaenab, 47, TKI asal Bangkalan, Madura, Jatim, pada 14 April.
Jenazah Zaenab telah dimakamkan di Baqi, Arab Saudi.
Pemerintah Indonesia tidak diberi tahu pelaksanaaan eksekusi tersebut.
Mahfudz menghargai upaya KBRI dan KJRI di Arab Saudi yang bertahun-tahun mengadvokasi kasus Zaenab meski akhirnya yang bersangkutan tetap dipancung.
"Karena masih ada sejumlah WNI yang divonis mati, Komisi I minta Kemenlu membentuk tim bersama dengan Kemenaker, BNP2TKI, dan Kemenkum HAM untuk menangani kasus itu," ujarnya, kemarin.
Dorongan perjuangan lebih keras juga dilontarkan Human Rights Working Group (HRWG).
"Dengan hanya mengirim surat dan menunjuk pengacara, itu belum ada apa-apanya bila dibandingkan dengan langkah negara-negara lain untuk menyelamatkan warganya," kata Direktur Eksekutif HRWG Rafendi Djamin.
Karena itu, HRWG mendesak pemerintah memaksimalkan perlindungan bagi buruh mig-ran, terutama yang menghadapi hukuman mati.
Zaenab berangkat ke Arab Saudi pada 1999 melalui PJTKI PT Panca Banyu Aji Sakti.
Ia bekerja pada keluarga Nourah binti Abdullah Duhem AI Maruba di Madinah.
Ia ditahan sejak 5 Oktober 1999 dan divonis mati 8 Januari 2001 dalam kasus pembunuhan majikan.
Pada kesempatan terpisah, Menaker Hanif Dhakiri menyatakan pemerintah telah maksimal membebaskan Zaenab.
Hanif berjanji pemerintah akan lebih maksimal lagi menyelamatkan TKI dari eksekusi mati.
Langkahnya, selain memberikan bantuan hukum, juga mengoptimalkan jalur diplomasi serta pendekatan informal baik kepada keluarga korban maupun tokoh-tokoh masyarakat Arab Saudi.
Dubes Arab Saudi untuk Indonesia Mustafa Ibrahim Al-Mubarak heran Indonesia tidak tahu waktu eksekusi mati Zaenab.
Dia belum tahu apakah itu memang karena tidak diberi tahu.
Kemenlu melayangkan nota protes keras terhadap Arab Saudi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved