Film Misti Angkat Semangat Pendidikan dan Nilai Luhur Bangsa

Mediaindonesia.com
03/9/2019 10:17
Film Misti Angkat Semangat Pendidikan dan Nilai Luhur Bangsa
Film Misti Angkat Semangat Pendidikan dan Nilai Luhur Bangsa(ISTIMEWA)

PENDIDIKAN memiliki peran penting dalam menurunkan nilai-nilai luhur dari kebudayaan ke generasi berikutnya sekaligus wadah pembentukan karakter se­seorang. Melalui pendidikan pula tumbuh jiwa nasionalisme pada generasi muda sebagai nilai kebangsaan.

Berdasarkan Data Pokok Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, angka putus sekolah pada 2016-2018 ialah kurang dari 200 ribu siswa. Bahkan, pada Survei Sosial Ekonomi Nasional pada 2015 menyebutkan sebanyak 5,3 juta anak usia 7-18 tahun tidak bersekolah.

Meskipun pada 2016 angkanya mengalami penurunan menjadi 4,6 juta anak usia 7-18 tahun yang tidak bersekolah, bukan berarti permasalahan ini menjadi selesai. Soalnya, hak untuk mendapatkan pendidikan secara jelas tercantum dalam Mukadimah UUD 45.

Fakta yang memprihatinkan tersebut mendorong Yayasan Kursi Putih (Kupu) mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pendidikan melalui film berjudul Misti. ­Melalui film pendek itu, Kupu berharap konten positif yang diusungnya dapat memberikan semangat anak-anak Indonesia untuk terus belajar dan sekolah setinggi-tingginya.

Kupu juga menilai pemilihan media film sebagai penyampai pesan pendidikan lebih efektif, khususnya kepada generasi muda. Pesan tentang kebangsaan, etika, toleransi, dan empati pun terbersit dalam tontonan itu.

Terlebih lagi dalam situasi saat ini pergese­ran nilai Pancasila sebagai pedoman hidup berbangsa dan bernegara sangat terasa, khususnya pada momen pesta demokrasi. Film pendek itu seolah kembali mengingatkan nilai-nilai dasar kita sebagai bangsa yang luhur.

"Kami memasukkan semua unsur itu untuk mengingatkan kembali (nilai-nilai Pancasila). Kita masih satu dan menjaga NKRI," ujar Pembina Kupu, Adis Prasetyo, ditemui pada konferensi pers film Misti, beberapa waktu lalu.

Perjuangan gadis remaja
Film Misti berkisah tentang perjuangan seorang gadis remaja yang hidup di permukiman nelayan Kota Jakarta. Dia berjuang melanjutkan sekolah, meskipun terhambat kemiskinan dan dihadang budaya menikah muda di lingkungannya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Yayasan Kursi Putih Puteri Airlangga menegaskan kisah itu bukan fiksi belaka. Di beberapa tempat di Indonesia, bahkan Jakarta, masih terdapat anak-anak putus sekolah, khususnya perempuan karena menikah di bawah umur.

"Film ini menggugah rasa empati anak-anak kita yang bisa bersekolah tanpa hambatan berarti bahwa masih ada ­saudara-saudara sebangsa kita yang masih harus memperjuangkan hak untuk mendapatkan pendidikan," kata Puteri.

Film Misti dikemas secara artistik dengan sinematografi yang membangun dramatik cerita dan didukung akting para pemain yang sesuai karakter.
Mereka ialah Eliza Nizar sebagai Misti ­didampingi Maryam Supraba, Hery Cahyono, Ronny Chandra, Bi Peyek, Adri Basuki, dan Kressa Della. Film itu juga memberikan kesempatan tampilnya potensi lokal dari komunitas film indie Indramayu, yaitu Bi Peyek.

Eliza Nizar pun menceritakan bahwa ia memiliki teman yang memang hampir memiliki kisah yang sama. Dengan demikian, kisah tersebut tidak asing lagi sehingga ­sangat membantunya dalam membawakan peran dan mengeluarkan emosinya dalam film tersebut.

Sebagaimana diketahui yayasan yang didirikan pada 2016 itu memproduksi film pendek perdana berjudul Misti. Walaupun berdurasi singkat, filmnya tetap sarat makna tentang empati, rasa kebangsaan, dan nilai-nilai Pancasila.

Selain itu, Kupu berniat mendistribusikan film produksinya secara luas, baik secara broadcast maupun road show. Acaranya berupa nonton bareng di sekolah, kampus, komunitas, dan mengundang masyarakat luas. (Dro/S3-25)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Denny parsaulian
Berita Lainnya