Desa Tangguh Bencana untuk Perkuat Kesiapan Hadapi Bencana

Mediaindonesia.com
30/8/2019 20:29
Desa Tangguh Bencana untuk Perkuat Kesiapan Hadapi Bencana
Murni Alit Baginda (kiri)(Dok. Rumah Zakat)

SELAMA kurun 2019, terjadi lebih dari 2.500 bencana di seluruh wilayah Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Rumah Zakat membentuk program Desa Tangguh Bencana. Program ini mendorong desa memiliki kemampuan mandiri untuk beradaptasi, menghadapi dan memulihkan diri dari ancaman bencana.

Hingga saat ini sudah ada 28 Desa Tangguh Bencana yang tersebar di 22 kota di Indonesia. Program ini meliputi penyuluhan kebencanaan, simulai siaga bencana, serta pembuatan jalur evakuasi di desa. Termasuk juga membuat media edukasi bencana, dan merekrut pemuda tangguh bencana.

“Dengan terbentuknya Desa Tangguh Bencana diharapkan warga desa terutama yang berada di daerah rawan bencana bisa lebih siap untuk melakukan pencegahan maupun siaga saat bencana terjadi sehingga meminimalisasi dampak kerugian yang terjadi,” kata Murni Alit Baginda, Chief Program Officer Rumah Zakat, Jakarta, Jumat (30/8).

Selain melatih warga desa untuk tangguh bencana, Rumah Zakat juga menyediakan Superqurban sebagai makanan yang mudah disalurkan saat bencana. Selama Januari hingga Juni, sebanyak 10.558 paket Superqurban disalurkan ke sejumlah wilayah pelosok maupun bencana.

Pemerintah memprediksi musim kemarau tahun ini akan mengakibatkan 48.491.666 jiwa terancam kekeringan di 28 provinsi. Saat ini sekitar 92%  wilayah Indonesia mengalami kemarau.

Guna menanggulangi hal tersebut, melalui Rumah Zakat Action selama periode Mei-Agustus 2019 mendistribusikan sebanyak 451.000 liter air bersih di 17 titik kekeringan di 7 provinsi. Jumlah tersebut akan terus meningkat pada puncak kemarau, yaitu Agustus hingga September. Untuk pekan ini Rumah Zakat akan mengirim bantuan air bersih di 30 titik. (RO/OL-8)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Polycarpus
Berita Lainnya