TINGGINYA pengguna narkoba di Indonesia disebabkan permintaan zat adiktif itu yang juga besar. Karena itu, untuk menghentikan permintaan narkoba, salah satu cara efektif ialah dengan menerapkan proteksi diri, terutama pada anak-anak di keluarga.
"Cara paling mudah dimulai dari menciptakan suasana kondusif di keluarga. Terutama pada anak saat menginjak usia remaja, sebab rasa ingin tahu mereka amat besar, dan itu bisa jadi pintu masuk bagi pengedar narkoba,'' kata Deputi Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Diah Setia Utami dalam dialog bersama warga dan pelajar bertema Melalui gelaran seni dan budaya kita selamatkan penyalah guna narkoba yang didukung BNN dan Kementerian Sosial (Kemensos), di Jakarta, kemarin.
Hal senada disampaikan psikolog forensik Kasandra Putranto. Menurut dia, untuk memutus aliran permintaan narkoba, harus mulai dari hilir, yaitu keluarga. Menciptakan komunikasi yang baik di keluarga sudah langkah pencegahan yang baik. Itu akan efektif terutama untuk menghalau keluarga dari serangan narkoba. "Kita harus menciptakan atmosfer yang baik, remaja itu kan butuh pengakuan, kalau di rumah tak ada pengakuan, dia akan cari di tempat lain.
''Ia menambahkan, hal itu juga agar orang yang telanjur jadi pecandu tidak malu mengakui dan meminta pertolongan, kecenderungan pemakai yang didiamkan bisa berujung di penjara atau rumah sakit jiwa.
Sementara itu, Dirjen Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan Napza Kemensos Waskito Budi Kusumo menyatakan Kemensos menargetkan 10 ribu penyalah guna narkoba bisa direhabilitasi. Angka itu masih di bawah target BNN, yaitu 100 ribu orang.
Karena itu, langkah-langkah detail dipersiapkan Kemensos dan BNN, salah satunya menggerakkan sumber daya manusia serta masyarakat yang jumlahnya lebih dari 1.900 jiwa. "Untuk mempermudah rasa aman dan nyaman, kami juga tidak memidanakan orang yang direhabilitasi dan menggratiskan bagi tiap orang.