Disiplin, Langkah Efektif Cegah Komplikasi Diabetes

Eni Kartinah
08/7/2019 09:17
Disiplin, Langkah Efektif Cegah Komplikasi Diabetes
Dokter I Gusti Ngurah Adhiartha, Sp.PD-KEMD, FINASIM, memberikan penjelasan mengenai diabetes.(MI/Eni Kartinah)

Diabetes merupakan penyakit yang berlangsung lama atau kronis yang ditandai dengan meningginya kadar gula (glukosa) darah. Penumpukan glukosa  di dalam darah akibat tidak diserap sel tubuh dengan baik dan menimbulkan berbagai gangguan organ tubuh termasuk diabetes.

Jika diabetes tidak dikontrol dengan baik, dapat timbul berbagai komplikasi yang membahayakan nyawa penderita. "Yang paling efektif mencegah timbulnya komplikasi diabetes adalah disiplin pasien diabetes dalam gaya hidup dan tentunya juga mengadakan komunikasi," kata dr I Gusti Ngurah Adhiartha, Sp.PD-KEMD, FINASIM dari Siloam Hospitals TB Simatupang di Jakarta, Sabtu, (6/7).

"Umumnya dokter dapat mengobati diabetes pada penderita gejala diabetes di fase satu. Namun, ketika sudah melewati diabetes fase dua, dokter hanya bisa membantu mengurangi dengan pengobatan dari keluhan rasa sakit penderita komplikasi diabetes", jelas Adhiartha.

Mneurut Adhiartha, kunci displin cegah diabetes dapat dilakukan dengan pola hidup sehat. "khusus pasien diabetes, satu pola hidup tambahan adalah teratur makan obat," ucapnya.

Dokter spesialis dari Siloams Hospital tersebut juga menyarankan pola hidup sehat yakni jangan makan dikala lapar dan saat makan dicukupkan, tidak perlu kenyang, makan teratur, pagi siang dan malam, makan dengan kadar seimbang, olahraga, kurangi stress, banyak bersyukur, dan makan obat teratur bagi penderita diabetes.

Data International Diabetes Foundation (IDF) pada 2017 juga menyebutkan bahwa Indonesia menempati peringkat enam di dunia untuk prevalensi penderita diabetes tertinggi setelah Tiongkok, India, Amerika Serikat, Brazil, dan Meksiko. Prevalensi orang dengan diabetes di Indonesia pun cenderung meningkat, yaitu dari 6,9% (Riskesdas 2013) menjadi 8,5% (Riskesdas 2018).

Penyakit yang tercatat sebagai penyebab kematian terbesar nomor tiga di Indonesia setelah stroke dan jantung koroner ini pun memiliki fakta lain yaitu usia penderita diabetes, khususnya diabetes tipe 2, yang semakin muda dalam beberapa tahun terakhir.

Data Riskesdas 2013 menyebutkan 90% dari total kasus diabetes merupakan diabetes tipe 2, yang umumnya terjadi pada orang dewasa. Namun, beberapa tahun terakhir semakin banyak ditemukan pada usia dewasa muda kurang dari 30 tahun bahkan pada anak-anak dan remaja.

Adapun dari kegiatan Halal Bihalal Idul Fitri 1440 Hijriah yang diadakan Siloam Hospitals TB Simatupang bersama sejumlah komunitas, selain untuk mempererat persaudaraan antar anggota komunitas yang selama ini telah bekerja sama dengan Siloam Hospitals TB Simatupang, diharapkan dapat menjadi informasi yang bermanfaat bagi para anggota komunitas dan keluarga.

"Hal yang efektif dari kegiatan ini adalah penyampaian komunikasi dan edukasi kesehatan ketika semua relasi dan komunitas berkumpul bersama. Dan kami berharap edukasi terkait diabetes yang disampaikan dapat menjadi informasi yang bermanfaat ” ungkap direktur Siloam Hospitals TB Simatupang, dr. Harijanto Solaeman, MM.(OL-09)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Deri Dahuri
Berita Lainnya