MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan, mengatakan ujian nasional (UN) tingkat SMA siap dilaksanakan serentak, besok.
Siswa diminta fokus belajar dan berdoa.
Pihak sekolah pun diminta jangan curang.
"UN sudah siap 100%, termasuk UN berbasis komputer. Beberapa sekolah yang sebelumnya dilaporkan belum mendapat naskah UN sudah dikirimkan. Bahkan kami siapkan back up bila terjadi sesuatu untuk mengantisipasi segala kemungkinan," ungkapnya kepada wartawan seusai meresmikan prasasti Kampung Matematika, di Desa Laladon, Bogor, Jawa Barat, kemarin.
Anies yang didampingi pendiri Kampung Matematika, Ridwan Hasan Saputra, Plt Sekjen Kemendikbud Hamid Muhammad, Direktur SMP Kemendikbud Didik Suhardi, mengimbau seluruh siswa agar fokus belajar dan berdoa.
Anies juga meminta sekolah jangan mengorbankan siswa dengan berbuat curang karena hasil indeks integritas akan dilaporkan ke perguruan tinggi negeri (PTN).
"Anak-anak (siswa) akan menerima hasil UN, tapi sekolah akan menerima hasil indeks integritas. Jaga itu semua," kata Anies.
Indeks integritas itu, kata dia, akan dilaporkan ke PTN dan memengaruhi bobot penilaian siswa.
"Oleh karena itu, sekolah jangan korbankan siswa karena kasihan. PTN akan mempertimbangkan indeks itu. Kasihan jika nilai anaknya tinggi, indeks integritas sekolah rendah, sekolah akan dicurigai," terang dia.
UN untuk tingkat SMA tahun ini dilaksanakan pada 13-15 April dengan dua cara, yakni tertulis dan sistem da-ring (online).
Untuk UN daring Kemendikbud mencatat hanya 585 dari 70.000 lebih sekolah se-Indonesia yang melaksanakannya.
Hal ini lantaran kurang siapnya sarana dan prasarananya.
Mereka yang tak melaksanakan ujian secara online itu mengikuti ujian tertulis.
Untuk pelaksanaan ujian konvensio-nal (tertulis) ini, setiap daerah telah siap mendistribusikan soal-soal ujian ke tiap sekolah.
Di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, misalnya, naskah ujian yang berjumlah 722 kotak sudah diterima sejak kemarin subuh dari percetakan di Kudus.
Menurut Sekretaris Panitia UN Kabupaten Klaten, Lasa, untuk sementara kotak-kotak tersebut disimpan di kantor dinas pendidikan setempat sebelum didistribusikan ke subrayon, hari ini.
Hal serupa juga dilakukan di Yogyakarta, dan kota-kota lainnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Arie Budiman, memastikan persiapan ujian tahun ini di wilayah Kepulauan Seribu tidak ada kendala.
Begitu pula dengan kekhawatiran kebo-coran soal.
Meski lebih dahulu didistribusikan dari rayon, panitia ujian akan terus melakukan monitoring.
Penjagaannya juga dilakukan secara ketat oleh petugas kepolisian.
"Naskah UN dari rayon untuk sementara dititipkan di kantor kepolisian tingkat polsek," ujarnya.
Seperti halnya Kepulauan Seribu, di Kabupaten Bangli, Bali, naskah ujian juga dititipkan di kantor polisi.
Hal ini dimaksudkan agar naskah soal lebih terjamin keamanannya. Unduh soal Lantas bagaimana dengan ujian yang berbasis komputer?
"Kalau soal ujian nasional yang tertulis sudah ada di dinas pendidikan. Namun, kalau soal ujian nasional berbasis komputer, baru hari ini kami unduh," kata Kepala SMAN 3 Kota Sukabumi, Ceng Mamad, kemarin.
Menurut dia, nantinya soal-soal tersebut akan disimpan di server sekolah sebelum pelaksanaan ujian.
Secara teknis, Ceng mengaku pihaknya sudah siap melaksanakan ujian nasional berbasis komputer.
Tak hanya kesiapan sarana, tapi juga kesiapan para peserta. (tim/M-6)