PARA peneliti di laboratorium genetika populasi David Reich di Harvard University menemukan tiga gen yang menghasilkan kulit terang.
Sekitar 8.500 tahun lalu, ternyata manusia yang hidup di Eropa Tengah dan Selatan, Spanyol, Luksemburg, dan Hongaria berkulit gelap. Mereka tidak memiliki versi dua gen kulit terang yang menyebabkan depigmentasi. Manusia pemburu-pengumpul di tempat lain juga hanya mempunyai dua varian gen kulit terang, padahal mereka berada di Eropa bagian utara, Swedia, yang rendah cahaya dan mendukung kulit pucat. Mereka malah memiliki gen ketiga yang menyebabkan mata biru, kulit terang, dan rambut pirang. Ketiga gen dengan pigmentasi kuat itu ditemukan di timur Eropa.
Para peneliti menyimpulkan petani dari timur Eropa membawa kedua gen kulit terang, lalu mereka menikah dengan manusia pribumi. Gen kulit terang kemudian menyebar ke penjuru Eropa sehingga manusia di Eropa Tengah dan Selatan juga mulai memiliki warna kulit lebih terang. (Sciencemag/Sciencedaily/Zuq/Dhk/Grt/L-2)