Kiprah Indonesia Dalam Aksi Iklim Diakui

Siswantini Suryandari
08/6/2019 16:15
Kiprah Indonesia Dalam Aksi Iklim Diakui
Amanda Katili (tengah) saat memaparkan aksi Pemerintah Indonesia dalam menurunkan pemanasan global akibat perubahan iklim di Brisbane.(Ist)

PEMERINTAH Indonesia telah berkomitmen pada target pengurangan emisi gas rumah kaca secara ambisius dan menerapkan respons nasional yang komprehensif terhadap perubahan iklim. Demikian disampaikan Dr. Amanda Katili Niode, Manager The Climate Reality Project Indonesia yang juga merupakan Ketua Tim Ahli Utusan Khusus Presiden untuk Perubahan Iklim saat diskusi panel Inspirasi Aksi Iklim Ambisius di Australia dan Asia Pasifik, di Brisbane, Australia, yang berlangsung pada 5-7 Juni 2019.

Terpilihnya Amanda Katili, Manager Climate Reality Indonesia yang juga Ketua Tim Ahli Utusan Khusus Presiden untuk Perubahan Iklim, sebagai narasumber untuk kawasan Australia dan Asia Pasifik, merupakan pengakuan atas upaya Indonesia dalam menyikapi krisis iklim.

Baca juga: Lima Negara Ini Terpilih Masuk DK PBB

Amanda Katili dari Indonesia memaparkan kajian terkait “Perubahan Iklim Regional dan Tanggung Jawab Nasional.” Dalam pemaparannya, Katili mengatakan, peran aktor non-negara untuk mempercepat tindakan membangun prakarsa kerja sama yang konkret, ambisius dan berkesinambungan juga diakui.

Dalam hal inspirasi aksi iklim, tegas Amanda Katili, Indonesia tergolong mempunyai keberanian besar dengan mencanangkan target untuk mengintegrasikan aksi iklim ke dalam agenda pembangunan nasional.

Inisiatif Pembangunan Rendah Karbon yang diluncurkan di Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional pada Oktober 2017 bertujuan untuk secara eksplisit memasukkan target pengurangan emisi gas rumah kaca ke dalam perencanaan kebijakan, disertai dengan berbagai intervensi untuk melestarikan dan memulihkan sumber daya alam.

Sebagai aktor non-negara, The Climate Reality Project Indonesia bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mengarusutamakan isu krisis iklim dan solusinya di Indonesia.

"Untuk mengatasi ancaman perubahan iklim yang ada, perlu berpikir lebih besar dan lebih berani di semua lapisan masyarakat," ujar Al Gore, Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian, dan Mantan Wakil Presiden Amerika Serikat saat menjadi moderator.

Hadir dalam acara tersebut 800 peserta dalam rangka Pelatihan Korps Kepemimpinan Climate Reality di Brisbane, Australia.

Pelatihan ini menampilkan pejabat terpilih, pemimpin bisnis, pakar komunikasi dan ilmuwan ternama, yang memberikan ketrampilan dan pengetahuan untuk mengatasi krisis iklim dan mencari solusi yang adil bagi berbagai lapisan masyarakat.

Al Gore meminta para narasumber Diskusi Panel, yaitu pemimpin dari berbagai sektor dan geografi di Australia dan Asia Pasifik untuk berbagi informasi dalam menghadapi tantangan dan hal-hal yang diperlukan untuk membuat aksi iklim yang ambisius menjadi kenyataan.

Baca juga: PBB Sebut 4 Juta Warga Mengungsi dari Venezuela

Mereka adalah Dr. Amanda Katili Niode, Manager The Climate Reality Project Indonesia yang juga merupakan Ketua Tim Ahli Utusan Khusus Presiden untuk Perubahan Iklim, Fred Gela, Walikota Torres Strait Island, Australia, Dr. Steven Miles MP, Menteri Kesehatan Queensland, serta Anna Skarbek, CEO, ClimateWorks Australia.

Dampak perubahan iklim telah dirasakan masyarakat di kawasan Asia Pasifik dan Australia. Menurut Al Gore, gelombang panas, kebakaran hutan, banjir dan musim yang tidak menentu sehingga menyulitkan petani saat ini umum dijumpai di wilayah Asia Pasifik dan Australia. Dampak perubahan iklim semakin meningkat. (RO/OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya