Sejumlah pendaki dari berbagai daerah menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya di Puncak Gunung Tambora.(MI/RAMDANI)
PETUALANGAN Media Indonesia Adventure Team menjelajah Gunung Tambora belum usai. Pagi itu, Kamis (9/4), tepatnya pukul 07.00 Wita, tim turut menjadi bagian sejarah mengibarkan Sang Merah Putih di ketinggian 2.851 mdpl di atas permukaan laut. Bersama puluhan pendaki lain, tim membentangkan bendera berukuran 200 x 1 meter dari puncak sejati ke arah bibir Kawah Kaldera. Momen ini dianggap sebagai puncak peringatan 200 tahun (1815-2015) erupsi dahsyat Gunung Tambora.
Pengibaran bendera dipimpin Isa Nurdiansyah, anggota Komisi Politik KNPI Kabupaten Dompu yang juga bertindak sebagai ketua pelaksana kegiatan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa pengibaran bendera dilakukan dua etape.
"Kami sengaja tidak membuat jadwal pengibarannya karena menyesuaikan kondisi pendaki dan alam. Kemarin 70 pendaki di etape pertama dan hari ini (Kamis, 9/4) ada sekitar 60 yang ikut upacara," jelasnya.
Sembari membentangkan Dwi Warna, seluruh peserta dengan khidmat menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Bagi para pendaki, momen tersebut merupakan bonus dari lelahnya perjalanan menuju puncak. Kebersamaan saat melewati medan terjal sepanjang jalur Dusun Pancasila pun menjadi pengalaman tak terlupakan.
Salah satu pendaki, Ardian, 33, mengaku sengaja menabung demi menaklukkan Gunung Tambora bersama 10 temannya. Pegiat alam asal Bekasi ini tidak lagi memikirkan rasa pegal di sekujur tubuh meski selama 36 jam duduk tertekuk di mobil selama perjalanan ke Bima.
"Kita ke sini naik kereta sampai Malang. Dari Malang, kita carter mobil masing-masing Rp500 ribu langsung sampai Bima. Namun, lihat bendera kita di puncak itu semua capai hilang," ucapnya.
Panitia mencatat, hingga 10 April, pendaki yang teregistrasi sekitar 1.300 orang dan diperkirakan sampai acara puncak hari ini, bisa mencapai 2.000 pendaki. "Event seperti ini pertama kalinya di Tambora. Ini saja sudah bagus, semoga semua bisa ikut menjaga Tambora," tandas Saiful Bahri, Ketua Kelompok Pecinta Alam Tambora (K-Pata). (Mut/X-9)