Daniel Mananta Menjajal Profesi Produser Film

Rizky Noor Alam
28/5/2019 00:50
Daniel Mananta Menjajal Profesi Produser Film
Aktor Daniel Mananta(MI/Permana)

PESOHOR multitalenta, Daniel Mananta, kembali mengembangkan sayapnya. Setelah dikenal sebagai VJ MTV, wirausahawan, pembawa acara, dan aktor, kini ia menjajal profesi baru sebagai produser film.

Film perdana yang diproduserinya pun bukan film ala kadarnya, melainkan film biopik yang mengangkat kisah hidup legenda bulu tangkis Indonesia, Lucia Francisca Susi Susanti.

Pria kelahiran Jakarta, 14 Agustus 1981, itu mengatakan dirinya berani memproduseri film biopik berjudul Susi Susanti-Love All tersebut lantaran termotivasi untuk membagikan cerita perjuangan sang atlet. Motivasi itu didapat Daniel sejak ia bertemu dengan Susi pada suatu acara talkshow, nyaris sedekade lalu.

"Jujur, film ini idenya sudah ada sejak 8-9 tahun lalu. Kebetulan ngobrol di sebuah acara talkshow bersama Susi Susanti dan habis itu dia cerita perjuangannya waktu zaman-zaman di Sudirman Cup, Olimpiade Barcelona, sampai akhirnya di Thomas-Uber Cup," ungkap Daniel saat berkunjung ke Kantor Redaksi Media Indonesia di Jakarta, Senin (27/5).

Menurut pemeran Ahok di film A Man Called Ahok itu, ada satu kisah perjuangan Susi yang amat menggugah hatinya. Kisah tersebut berlangsung pada saat Susi mengikuti kejuaraan Thomas & Uber Cup 1998. Namun, Daniel enggan memberi bocoran lebih. "Apa yang terjadi? Harus nonton filmnya," imbuhnya separuh berseloroh.

Meskipun ide pembuatan film Susi Susanti telah muncul sejak lama, eksekusinya baru dilakukan belakangan ini. Hal itu, ujarnya, semata-mata karena faktor teknis. Bukan lantaran ingin mencari momentum.

"Saya merasa ini waktunya Tuhan banget. Jadi, enggak dihubung-hubungkan dengan Asian Games, politik, situasi etnik, atau apa pun. Ini benar-benar pure, kita baru selesai syuting akhir tahun lalu dan baru bisa tayang Agustus nanti," imbuh ayah dua anak tersebut.

Lebih lanjut, Daniel mengemukakan bahwa pesan yang ingin disampaikan dalam film tersebut ialah perihal kualitas orang Indonesia yang terbilang kelas dunia.

"Pesan yang ingin disampaikan dari film ini sebenarnya satu kalimat, yaitu world class Indonesia. Saya melihat Susi Susanti ini world class Indonesia. Dia orang Indonesia dari Tasikmalaya, tapi 'menghajar' orang dari Hong Kong, dari Korea, Swedia, atau Inggris saat memenangi All England. Jadi, sebagai seorang world class, kita harus melihat kedisiplinannya, pengorbanannya, perjuangannya. Mudah-mudahan film ini bisa banyak menginspirasikan lebih banyak orang lagi untuk menjadi seorang Indonesia dengan tingkatan kelas dunia tersebut," kata suami dari Viola Maria tersebut.

 

Diskriminasi

Tidak hanya mengangkat kejayaan dan prestasi yang diukir Susi Susanti, film itu pun turut menyisipkan perihal diskriminasi yang pernah dialami Susi sebagai seorang keturunan Tionghoa.

"Kita mengangkat itu karena ada satu berita ketika Susi Susanti teriak di depan wartawan soal SBKRI (surat bukti kewarganegaraan RI) dan ini yang kelihatannya menjadi isu utama buat para orang Indonesia keturunan kok malah diginiin, gue udah lahir di Indonesia, berjuang untuk Indonesia, tapi malah diperlakukan begini. Tapi itu sebagian kecil yang diangkat, kita tetap lebih fokus ke apa yang Susi Susanti capai dan itu menginspirasi orang Indonesia lain," ungkap Daniel yang mengaku tidak pernah mengalami diskriminasi etnik selama hidupnya.

Secara ringkas, film Susi Susanti-Love All berkisah tentang perjalanan hidup Susi Susanti sedari kecil hingga kesuksesannya di kancah perbulutangkisan dunia, termasuk di Olimpiade Barcelona 1992. Ketika itu, ia dan sang suami, Alan Budikusuma, 'mengawinkan' medali emas dari cabang bulu tangkis yang sekaligus menjadi medali emas pertama Olimpiade untuk Indonesia.

Film yang akan tayang pada Agustus tersebut dibintangi Laura Basuki sebagai Susi Susanti dan Dion Wiyoko sebagai Alan Budikusuma. Duduk sebagai sutradara ialah Sim F yang sebelumnya dikenal sebagai sutradara iklan dan video musik. Selain Daniel, film ini juga diproduseri Reza Hidayat dan didukung Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. (M-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya