Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TURUNNYA kitab suci Alquran menjadi pedoman mulia manusia pada kehidupannya. Nilai-nilai dari Alquran ini pula yang menjadi pijakan Muhammad membangun masyarakat Madinah dalam ikatan kehidupan yang rukun.
"Alquran datang dengan perspektif baru terhadap banyak hal dalam hidup. Saat Rasul membangun Madinah, yang bekerja tidak hanya satu suku, ada Arab muslim, nonmuslim, Nasrani dan Yahudi. Di Madinah mereka mendapat kemuliaan dalam masyarakat yang dibangun Rasul," ujar Ketua Alumni Al Azhar Mesir cabang Indonesia Zainul Majdi saat mengisi tausiah peringatan Nuzulul Quran di Istana Negara, Jakarta, Selasa (21/5) malam.
Jika dibandingkan dengan kehidupan bermasyarakat di Indonesia, sambungnya, kondisinya tidak jauh berbeda dengan di zaman Muhammad. Indonesia, kata pria yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) itu, dibangun oleh masyarakat yang berlatarbelakang beragam.
Indonesia meskipun bukan negara agama, konsep dasar dalam basis membangun interaksi sosial, yakni konsep umat terimplementasi dengan baik.
"Maka kalau ada tindakan merusak umat ibadah dari siapapun apalagi yang mengaku muslim, kita tak tahu siapapun panutannya. Rasulullah jelas tidak. Abu Bakar As Siddiq juga tidak. Mungkin Abu Bakar yang lain," ujar mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat itu.
TGB mendorong umat Islam di Indonesia meneguhkan semangat dakwah yang damai. Orang yang berbudaya, tapi tidak bersyariat seperti melihat di kegelapan. Sebaliknya, sambungnya, orang bersyariat tapi tidak berbudaya, seperti terpejam di terang siang hari.
"Saya ajak instropeksi, bagaimana menghadirkan Islam di ruang publik. Jangan seperti Umar katakan, membuat Allah dibenci oleh hamba-Nya. Misalnya dalam berdakwah ada ujaran kebencian dan menyebabkan perpecahan," tandasnya.
Baca juga: Presiden: Nuzulul Quran Bermakna Berlipat Ganda bagi Bangsa
Sementara itu, Presiden Joko Widodo saat menyampaikan sambutannya mengatakan, peringatan Nuzulul Quran bermakna keagamaan dan kebangsaan.
Ia mengajak semua elemen bangsa menggunakan momen peringatan ini tidak hanya meningkatkan nilai-nilai Alquran, tapi juga mengamalkan persatuan bangsa sebagai bagian dari iman.
"Melalui peringatan Nuzulul Quran kita gali banyak inspirasi untuk teguhkan persatuan bangsa, untuk menahan ego kelompok, ego golongan dan perkuat semangat kebangsaan," ujarnya.
Presiden juga mengingatkan bahwa kehadiran Alquran menandai dimulainya misi kenabian Muhammad. Alquran dan seluruh sistem ajarannya menjadi pedoman utama kehidupan bersosial bagi manusia.
"Hari ini kita peringati Nuzulul Quran juga sedang peringati warisan para pendiri negera kita yang seleraskan keberagaman dalam bingkai keberagaman yang tertuang dalam Pancasila," imbuhnya.
Selain Presiden, hadir di lokasi acara, Wakil Presiden Jusuf Kalla, pimpinan lembaga negara, menteri Kabinet Kerja, para uta besar negara sahabat, serta tamu undangan lain. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved