Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Bibir sumbing dan celah langit-langit mulut mengganggu asupan gizi, kemampuan bicara, serta memperbesar risiko infeksi pada saluran pendengaran dan pernapasan pada anak. Kelainan itu perlu dikoreksi melalui operasi.
NUR Hasanah, 37, sempat dirundung kesedihan karena kondisi anak ketiganya yang terlahir kurang sempurna. Akhtar Faeyza terlahir dengan celah bibir atau sumbing.
Beruntung pada Januari 2019 lalu, Akhtar mendapatkan bantuan dari Smile Train, sebuah badan amal internasional untuk anak-anak yang mengalami celah bibir dan langit-langit, sehingga ia bisa dioperasi tanpa biaya di salah satu rumah sakit swasta di Bekasi, Jawa Barat.
"Ayahnya Akhtar tahu program ini dari media sosial, lalu kami hubungi kader Smile Train. Setelah diperiksa, operasi bisa dilakukan saat usia tiga bulan supaya berat badannya cukup," tutur Nur.
Dokter spesialis bedah plastik dan rekonstruksi dari Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto Jakarta, Letkol Ckm dr Denny Irwansyah SpBP-RE, mengatakan bibir sumbing dan langit-langit mulut sangat bervariasi. Penyebabnya banyak faktor, bisa karena bawaan atau genetik, gangguan nutrisi saat kehamilan, kekurangan asam folat, zink atau vitamin, gangguan karena konsumsi obat-obatan saat hamil, atau kemoterapi dan radiasi pada saat kehamilan.
Ia menuturkan, operasi menjadi tindakan medis paling utama untuk menyatukan bibir/langit-langit mulut yang bercelah. Operasi tidak hanya mengembalikan bentuk anatomi mendekati normal dengan memperhatikan aspek estetis wajah, tetapi juga memperbaiki fungsi bicara, makan, dan psikologis anak serta keluarganya.
"Tidak semua anak akan melalui operasi yang sama. Hal ini bergantung pada usia dan kondisi celah yang dialami," ujarnya dalam acara temu media yang digelar oleh Smile Train di Jakarta, Selasa (14/5).
Pada beberapa kasus, imbuhnya, perlu operasi tambahan seperti operasi cangkok tulang, rhinoplasty atau operasi untuk memperbaiki bentuk hidung, operasi perbaikan rahang, atau operasi saluran telinga.
Penanganan dini
Celah pada bibir ataupun langit-langit, dapat menyebabkan masalah gangguan fungsi bicara, menelan, dan makan pada anak-anak. Pada bayi umumnya gangguan fungsi menghisap ASI yang berpotensi mengganggu tumbuh kembangnya. Celah bibir juga meningkatkan risiko gangguan infeksi pada saluran pendengaran dan pernapasan. Selain itu, celah bibir juga akan mengganggu psikologis anak-anak terutama pada usia sekolah, orangtua, dan keluarga.
"Karena itu, operasi semakin dini semakin baik," tegas dr Denny.
Operasi bisa dilakukan sejak bayi, tetapi ada syarat yang harus terpenuhi. Tahapan operasi dimulai dari labioplasty atau penyatuan celah bibir. Syaratnya, berat badan bayi harus lebih dari 5 kilogram, berusia lebih dari 10 minggu/3 bulan dan kadar hemoglobin dalam darah lebih dari 10.
Setelah operasi pertama, apabila anak juga memiliki celah pada langit-langit mulut, operasi langit-langit (palatoplasty) juga dilakukan. Idealnya sebelum anak berusia 1,5 tahun dengan syarat berat badannya minimal 10 kg.
"Sebelum belajar bicara, langit-langit harus dikonstruksi agar kemampuan bicaranya lebih optimal," terangnya.
Operasi lain, seperti revisi scar (bekas luka), imbuhnya, dapat dilakukan saat anak berusia lima tahun atau usia sebelum sekolah. Tujuannya mengoreksi bekas luka yang kurang baik sehingga anak menjadi lebih percaya diri.
"Tentu saja, operasi celah bibir dan langit-langit juga bisa dilakukan pada pasien dewasa," imbuh dr Denny.
Untuk perawatan pascaoperasi, pasien diberikan salep dan obat yang harus diminum. Pasien juga harus menjalani diet cair atau makan-makanan berbentuk cair atau yang sudah dihaluskan selama 3 minggu sampai satu bulan.
Bisa pulih
Berdasarkan data Smile Train, di Indonesia rata-rata setiap tahun ada 8.000-9.000 bayi terlahir dengan kondisi celah bibir atau celah langit mulut. Program Director dan Country Manager Smile Train Indonesia Deasy Larasati menyampaikan celah bibir dan langit merupakan kondisi terdapat celah di antara rongga mulut dan rongga hidung akibat ketidaksempurnaan proses penyatuan bibir dan langit-langit mulut pada masa perkembangan janin.
Kebanyakan bayi yang melalui serangkaian operasi, fungsi organ mulutnya bisa kembali dengan tampilan bekas luka minimal.
"Selain memberikan operasi gratis, Smile Train juga memberikan perawatan pascaoperasi dan terapi yang perlu dilakukan oleh anak sesudah operasi. Tujuannya memastikan kemampuan anak agar dapat makan, berbicara, mendengar, dan bernapas seperti seharusnya," kata Deasy.
Terapi itu antara lain terapi wicara dan ortodontik.
Perawatan dan terapi yang komprehensif itu melibatkan tim dokter spesialis karena berkaitan dengan berbagai bidang spesialisasi kedokteran. Tim dokter itu mencakup dokter anak, dokter bedah, dokter gigi, dokter THT, hingga ahli gizi. (H-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved