Couplepreneur Ini Sukses Kembangkan Brand Kiciks Muslimah

Eni Kartinah
19/5/2019 17:50
Couplepreneur Ini Sukses Kembangkan Brand Kiciks Muslimah
Salah satu busana koleksi Kiciks Muslimah(Ist)

MEREK busana muslim Kiciks Muslimah kembali menghadirkan koleksi busana muslim yang terinspirasi kekayaan budaya Indonesia yaitu batik. 

Menurut desainer dan owner Kiciks Muslimah, Dewi Permata, sudah tiga tahun belakangan Kiciks fokus untuk mengangkat budaya Indonesia melalui keindahan kainnya. 

"Sebelumnya, kami mengangkat Tenun Minang, Sasade dari Tenun Lombok dan kali ini kami angkat keindahan Batik dengan inspirasi motif Kawung, Ceplok Grompol dan Nitik Karawitan yang didesain khusus menjadi busana muslim batik spesial untuk Ramadan tahun ini," ujar Dewi Permata ditemui usai menjadi bintang tamu di salah satu televisi swasta, Jakarta, belum lama ini.

Sebelumnya, Dewi bersama sang suami sekaligus pemilik Kiciks Muslimah, Rosy Andreas melakukan riset ke Yogyakarta sekaligus mencari inspirasi motif kain batik kepada para pengrajin batik hingga akhirnya memilih motif tersebut.

Koleksi Ramadan ini diberi nama 'Adikara Batik Series' by Kiciks yang didesain dengan memadukan inspirasi motif batik Kawung, Ceplok Grompol, dan Nitik Karawitan yang penuh dengan makna.

Batik Kawung merupakan motif untuk orang yang berhati bersih, nitik karawitan bermakna kebijaksanaan, dan ceplok grompol berarti berkumpulnya harapan dan kebahagiaan.

"Harapannya koleksi Adikara Batik Series ini bisa memberikan kebahagiaan, kebijaksanaan dan harapan untuk si pemakainya," harap Dewi yang tengah mempersiapkan sebuah buku bertema 'Couplepreneur' bersama sang suami melalui keterangan yang diterima, Minggu (19/5).

Konsep busana muslim 'Adikara Batik Series” ini didesain dalam bentuk dress, tunik, dengan khimar. Warna yang dihadirkan ada dua macam yaitu Forest Brown dan Deep Artic Blue.

Baca juga: Kemenkes Tegaskan belum Ada Kasus Cacar Monyet di Indonesia

Untuk koleksi Ramadan ini, Kiciks Muslimah juga menghadirkan koleksi satuan, couple hingga seri keluarga yaitu orang tua dan anak-anak.

"Saya melihat masih jarang masyarakat yang menggunakan busana muslim dari batik. Padahal koleksi ini tidak hanya bisa dipakai untuk Ramadan saja, tapi bisa juga untuk menghadiri 'kondangan'," papar Dewi yang pernah meraih Penghargaan Wirausaha Muda Berprestasi Nasional dari Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Untuk koleksi Ramadan ini, Kiciks Muslimah sudah melakukan launching pada akhir Maret lalu dan sudah laris manis alias sold out. Tak tanggung-tanggung, penjualan pun meningkat dua kali lipat jika dibandingkan dengan tahun lalu.

Koleksi 'Adikara Batik Series' ini dibanderol mulai dari harga Rp375 ribu-Rp410 ribu untuk dress, khimar Rp299 ribu, kemeja pria Rp334 ribu, dan koleksi anak mulai dari Rp275 ribu.

Melewati perjalanan bisnis busana muslim sejak usia muda membuat Dewi Permata dan suaminya, Rosy Andreas, menjadi salah satu couplepreneur yang sukses. Mereka berhasil mengembangkan bisnis busana syari di bawah label Kiciks Muslimah.

Saat ini, Kiciks Muslimah menjadi salah satu brand busana muslim syar'i terlaris. Dalam rentang waktu empat tahun, Dewi berhasil memiliki kurang lebih 300 distributor. Tak hanya di Indonesia, distributornya tersebar di Jepang, Hong Kong, Malaysia, hingga Taiwan.

Menjalankan bisnis bersama pasangan atau diistilahkan dengan couple-preneur tentu sangat menyenangkan. Selain bisa memberikan hasil maksimal karena dilakukan bersama juga dapat semakin mempererat hubungan di antara keduanya.

Pasangan berdarah Minang yang akrab disapa uda dan uni ini, berhasil membuktikan kemampuan berbisnis.

"Kunci sukses menjadi couplepreneur sangat sederhana yaitu saling percaya, terbuka dan saling menghargai," tutur wanita kelahiran Padang, 25 November 1993 ini.  (RO/OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya