Persatuan Guru Republik Indonesia terjunkan tim pemantau Ujian Nasional (UN) ke seluruh wilayah di tanah air. "PGRI telah menginstruksikan jajaran pengurusnya di seluruh provinsi,kabupaten dan kota di tanah air untuk memantau UN," kata Ketua Umum PB PGRI,Sulistiyo pada konferensi pers di kantor PB PGRI Jakarta, Kamis (9/4).Turut mendampingi Sekjen PB PGRI Qudrat, Kabalitbang PB PGRI M Abduh Zen.
Sulistiyo menyatakan PGRI berharap dalam pelaksanaan UN yang mulai digelar tanggal 13 April mendatang berlangsung baik dan lancar. "Kami berharap tidak ada peristiwa memalukan apakah kecurangan,manipulasi nilai dan lain lain.Namun secara umum hingga saat ini kami belum menemukan indikasi kebocoran,harus diakui suasananya lebih tenang hal ini dimungkinkan karena UN sekarang berbeda tidak lagi menentukan kelulusan,"ujarnya.
PGRI juga meminta dalam pelaksanaan UN Computer Based Line (CBT) yang pertamakali digelar dapat berlangsung lancar dan tidak merugikan siswa. "Anak didik jangan sampai dirugikan karena listrik mati,server terputus.Kami minta pemerintah memastikan kelancaran infrastruktur UN ini,"tegas Sulistiyo. PGRI juga menghimbau para guru ,sekolah dan siswa mempersiapkan diri dengan baik menghadapi UN.
Sedangkan M Abduh Zen mengingatkan pemerintah tidak menjadikan UN sebagai basa basi di dunia pendidikan dengan perubahan UN dari tidak menjadi kelulusan ke pemetaan lalu sebagai bentuk akuntabilitas pemerintah terhadap orang tua murid."Kemudian ditambahkan lagi menjadi pertimbangan ke Perguruan Tinggi Negeri serta adanya indeks integritas,"kata Abduh yang juga dosen Universitas Paramadina. Hemat Abduh,soal indeks integritas sebenarnya sekolah tidak perlu diuji integritasnya sebab berdasarkan Undang Undang sejatinya UN hanya menjadi evaluasi belajar dan pengendalian mutu.