Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMILIKI tiga anak yang sedang bertumbuh dan serbaingin tahu membuat presenter sekaligus aktris Donna Agnesia Wayong, 40, harus menerapkan pola asuh (parenting) yang tepat. Disiplin tetapi tanpa membatasi berlebihan keinginan ketiga buah hatinya.
Dengan adanya aktivitas pendidikan yang ketat dewasa ini, pun berbagai mata pelajaran yang cenderung sulit, Donna harus memastikan ketiga anaknya tersebut masih memiliki waktu untuk melakukan kegiatan lain, termasuk bermain.
"Pendidikan itu basic ya, tapi aku berikan sekolah anak-anak tidak yang lama sampai sore. Cukup sampai pukul 12.00 siang saja. Jadi mereka masih punya waktu untuk aktivitas lain setelah sekolah," jelasnya.
Donna yang saat ditemui tengah mengisi peluncuran Extramarks Indonesia Money Back Guarantee (MBG) di Jakarta, Kamis (2/5), menuturkan dia dan suami sangat demokratis dalam memberikan pilihan kepada anaknya, termasuk menentukan pilihan belajar yang diinginkan.
"Kami tidak pernah membebani mereka untuk harus rangking satu, nilai harus yang terbaik, tidak. Syukurnya anak-anak nilainya cukup bagus," ungkap pasangan hidup Darius Sinathrya itu.
Putra-putrinya, lanjut Donna, memiliki aktivitas lain di luar sekolah dan belajar akademik. Lionel Nathan Sinathrya, 12, dan Diego Andres Sinathrya, 10, rutin bersepak bola secara berkala dalam sepekan. Pun Quinesha Sabrina Sinathrya, 8, seminggu dua kali latihan gimnastik dan sering menjuarai berbagai kompetisi.
"Tetap saja bagi aku sekolah itu penting dan sebagai dasar membentuk karakter mereka. Tapi, kalau nantinya mereka mau jadi pemain bola atau apa, itu pilihan mereka," imbuhnya.
Rumit
Pentingnya pendidikan tersebut diterapkan aktris yang baru-baru ini terlibat dalam film Rumput Tetangga itu dengan menyediakan guru privat dan les bahasa Inggris di luar jam sekolah. Hal ini karena aktivitasnya sebagai presenter dan aktris yang padat membuat Donna tidak setiap saat bisa mendampingi ketiga buah hatinya itu.
"Tidak semua aktivitasnya pelajaran tapi aku sediakan guru privat yang bisa membantu mereka belajar, misalnya saat mau ujian," cetusnya.
Di era globalisasi ini, pendidikan menjadi bekal penting bagi seseorang. Alhasil, kurikulum pendidikan di sekolah semakin lama semakin padat. Hal itu sempat dikeluhkan perempuan yang mengawali kariernya sebagai model tersebut.
"Pelajaran anak sekarang agak berat. Anak kelas dua SD sudah harus belajar nalar dan logika, yang sepertinya itu tidak saya alami dulu," kata dia.
Keluhan tersebut dia alami dari mata pelajaran yang harus dikuasai putrinya, Quinesha Sabrina Sinathrya. "Mereka harus belajar unsur intrinsik. Padahal, terkadang anak untuk memahami kalimat saja masih sulit," imbuhnya.
Sistem pelajaran yang rumit dan cenderung memberatkan tersebut, harap Donna, sebaiknya disederhanakan agar tidak membingungan, sekaligus membuat anak-anak senang untuk mengerti dan mengerjakan berbagai tugas mata pelajaran itu. (M-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved