Pembersih Kelamin Picu Kanker Serviks

Mediaindonesia
07/4/2019 04:20
 Pembersih Kelamin Picu Kanker Serviks
Wakil Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Provinsi Maluku dr. Hendrita Tuanakotta(antara (Shariva Alaidrus))

 KAUM perempuan disarankan menghindari penggunaan pembersih kelamin karena akan menurunkan derajat keasaman (pH) alami. Padahal, pH alami salah satunya berfungsi mencegah kanker serviks.

Wakil Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Provinsi Maluku dr Hendrita Tuanakotta mengatakan, kelamin perempuan memiliki pH alami yang mampu mencegah berkembang biaknya bakteri, termasuk human papilloma virus (HPV) yang menyebabkan kanker serviks atau kanker leher rahim.

Tingkat asam basa atau pH kelamin perempuan bisa dikatakan sehat jika berada di angka 3,5 sampai 4,5. Penggunaan pembersih kelamin, dapat mengganggu pH alami kelamin dan berpotensi buruk menyebabkan bakteri vagina berkembang biak.

Jika bakteri vagina yang berpotensi buruk telah berkembang biak, kelamin berisiko terkena jamur pemicu iritasi, gatal, dan cairan vagina yang tidak normal. Selain itu, yang ditakutkan ialah berkembangnya HPV.

Karena itu, ia menyarankan kepada kaum perempuan untuk tidak menggunakan cairan pembersih kelamin saat membersihkan vagina. Menurutnya, perubahan cairan dan bau alami vagina bisa membantu mendeteksi kesehatan vagina itu sendiri.

Sebaliknya, bila rutin menggunakan cairan pembersih, seseorang tidak bisa menyadari perubahan yang terjadi di dalam kelaminnya. (H-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya