Satu Perempuan Meninggal akibat Serviks Tiap Jam

Ant/H-1
08/4/2015 00:00
Satu Perempuan Meninggal akibat Serviks Tiap Jam
(ANTARA/Andika Betha)
SETIAP 2 jam, ada tiga perempuan terdiagnosis kanker leher rahim. Bahkan, setiap jam, satu penderita meninggal akibat keganasan penyakit itu.

Kanker yang memiliki sebutan serviks itu merupakan jenis kanker terbanyak diderita perempuan.

Dokter Rumah Sakit Permata Cibubur, dr Asdineri Ruslim, SpOG, di Depok, Sabtu (4/4), menyebutkan di Indonesia setiap hari terdiagnosis 40 kasus kanker serviks baru. Selain itu, rata-rata 20 perempuan meninggal setiap hari karena kanker leher rahim.

Tanda dan gejalanya terbagi dua. Untuk stadium awal tanpa gejala dan untuk stadium lanjut terjadinya perdarahan saat hubungan suami istri, keputihan yang berbau dan nyeri perut bawah. "Di tahap awal tidak bergejala jadi wanita dapat saja terkena kanker serviks tanpa diketahuinya," kata Asdineri dalam seminar bertajuk Kesehatan Reproduksi Wanita, Pencegahan dan Deteksi Dini Kanker Serviks.

Menurut Asdineri, masyarakat yang masih awam banyak ingin tahu tentang seluk beluk penyakit yang satu ini.

Kanker serviks disebabkan human papiloma virus (HPV). Pencegahan yang dapat dilakukan secara umum untuk penyakit kanker serviks ialah melalui edukasi dan vaksinasi. Pencegahan sekunder melalui screening lesi prakanker seperti papsmear, IVA (inveksi visualisasi asetat) atau kolposkopi.

Di sisi lain, dokter Rumah Sakit Permata Cibubur lainnya, dr Fredrico Patria, SpOG, mengungkapkan belum ada pengobatan untuk infeksi HPV. Namun, menurut dia, pertumbuhan sel abnormal yang diakibatkan HPV dapat ditangani secara efektif.

Menurut dia, pencegahan idealnya dengan pemberian vaksin pada anak perempuan sebelum mereka aktif secara seksual atau sebelum risiko terinfeksi HPV. Karena itu, disarankan vaksinasi dilakukan mulai usia 9 tahun. "Perlindungan awal akan lebih efektif.

"Vaksinasi dapat diberikan tiga kali, yakni bulan pertama, kedua, dan keenam.

Vaksinasi, lanjutnya, juga aman diberikan untuk ibu menyusui, dan tidak memerlukan pemeriksaan pendahuluan (pap test/tes HPV).

Fredrico juga menyebutkan perlindungan dilakukan dengan mengobati penyakit kelamin, seperti kutil kelamin dan kanker vulva vagina.

Ia juga menyebutkan separuh perempuan yang didiagnosis menderita kanker serviks rata-rata berusia 35-55 tahun. Sebanyak 3 dari 4 kasus infeksi baru HPV terjadi pada perempuan muda berusia 15-24 tahun.

Sementara itu, data Globocan pada 2002 menyebutkan di seluruh dunia terdapat 493.243 orang terdiagnosis kanker serviks setiap tahun, dan ada 273.505 perempuan meninggal karena penyakit itu setiap tahunnya atau lebih dari 700 perempuan meninggal setiap hari karena kanker serviks, serta dari jumlah itu, 80% kematian terjadi di negara-negara berkembang.

Masih menurut data yang dikumpulkan oleh Globocan pada 2002, kanker serviks merupakan kanker penyebab utama kematian untuk kalangan perempuan di negara berkembang (13,5%).



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya