Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KARYA film dokumenter bisa menjadi salah satu jalur kebudayaan membangun kesadaran masyarakat melawan hoaks, merawat demokrasi, dan mengapresiasi pembangunan tanpa kehilangan nalar kritis. Hal itu tercermin di negara-negara yang pangsa pasar film dokumenternya telah terbentuk pada umumnya masyarakatnya rasional dan sehat secara nalar.
Pendapat itu dikemukakan sineas Indonesia Daniel Rudi Haryanto, 40. Ia menjadi wakil Indonesia dalam pertemuan para pembuat film dokumenter se-Asia Docegde Kolkata 2019 yang digelar di Kolkata, India, awal Maret lalu.
"Semangat pengungkapan kebenaran ialah prinsip film dokumenter. Melalui riset yang mendalam fakta dikabarkan melalui dokumenter. Hoaks dan berita-berita bohong lainnya yang mengancam rasionalitas masyarakat dapat diantisipasi dengan film dokumenter," ujar Daniel melalui keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat (29/3).
Daniel menjadi salah satu dari 24 pembuat film dokumenter Asia dalam forum Docedge Kolkata. Para sineas berasal dari Australia, Bangladesh, India, Indonesia, Nepal, Korea Selatan, Myanmar, Filipina, dan Armenia. Peserta secara intensif mematangkan gagasan bersama para pakar yang didatangkan dari berbagai negara Eropa dan Asia.
Baca juga: Masyarakat Harus Cerdas Gunakan Medsos demi Merawat Persatuan
Dalam forum tersebut, Daniel mengangkat isu sosial politik Indonesia. Menurutnya, dampak tahun politik pemilihan presiden tahun ini di Tanah Air sangat terasa di masyarakat. Pasalnya, hoaks menyebar di mana-mana dan berpotensi memicu konflik serta memecah-belah.
"Saya berharap apresiasi terhadap film dokumenter bisa dikuatkan sebagai jamu kesadaran masyarakat dari kemabukan hoaks yang terjadi sejauh ini. Politik ialah cermin peradaban dan film dokumenter merupakan wajah kebenaran," ucapnya.
Ia berharap agar siapa pun Presiden terpilih nanti bisa menguatkan dukungan kepada para sineas melalui dukungan pembiayaan produksi, distribusi, dan featival film. Itu agar bisa menciptakan menuju masyarakat film dokumenter sebagai bagian dari program pembangunan nasional.
"Saya bahkan membayangkan Presiden terpilih beserta jajarannya kelak dapat mengapresiasi film dokumenter di Istana Negara, di televisi pesawat kepresidenan, atau bahkan dari gadgetnya sendiri. Tidak menutup kemungkinan dalam rapat kabinet, Presiden menggunakan film dokumenter sebagai referensi untuk meninjau laporan kerja para menterinya," tutur Daniel. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved