Kemendikbud Ingin Menenun Kain Masuk Ekstrakulikuler Sekolah

Indriyani Astuti
27/3/2019 16:10
Kemendikbud Ingin Menenun Kain Masuk Ekstrakulikuler Sekolah
Proses Tenun Kain(ANTARA/M Ibnu Chazar)

KEMENTERIAN Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mendorong agar kegiatan menenun dan membuat kain-kain khas Indonesia menjadi bagian dari ekstrakulikuler di sekolah. Tujuannya agar generasi muda juga tergerak dalam melestarikan wastra nusantara. 

Direktur Sejarah Kemendikbud Triana Wulandari menuturkan tanpa adanya perhatian dari generasi muda sebagai penerus, kain sebagai warisan budaya tak benda akan hilang.

"Saya berharap anak-anak muda tidak hanya memahami kain sebagai fungsi dan estetika saja tapi harus bangga menjadi identitas bangsa dengan memahami proses pembuatanya, makna dibalik motif dan material kain," ujarnya seusai menghadiri pembukaan acara Indonesia Fashion Week di Jakarta Convention Center, Rabu (27/3).

Ia lebih jauh menyampaikan pemerintah dan DPR telah mengesahkan Undang-Undang No. 5/2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Triana mengatakan ada 10 obyek pemajuan kebudayaan yang harus terus menjadi prioritas  perhatian dengan pelestarian, pengembangan, perlindungan, pemanfaatan, dan pembinaan salah satu objeknya ialah kain nusantara sebagai bagian dari kebudayaan. 

 

Baca juga: DPR Dukung Tanggal 7 September Sebagai Hari Tenun Nasional

 

Dalam Pasal 2 UU itu ditegaskan bahwa pemajuan kebudayaan beraszaskan toleransi, keberagaman, kelokalan, lintas wilayah, partisipatif, manfaat, keberlanjutan, kebebasan berekspresi, keterpaduan, kesederajatan dan gotong royong.

"Dengan cara mengenal wastra Indonesia lebih baik melalui muatan lokal dan kegiatan ekstrakulikuler di sekolah, generasi muda akan lebih menghargai warisan leluhur sehingga mereka ikut melestarikan dan terus mengembangkan dengan kreativitas baru," ucapnya.

Kain nusantara, imbuhnya, juga bisa menjadi sarana diplomasi budaya Indonesia seperti yang telah dilakukan sejumlah perancang busana. Mereka mulai berkarya dengan melirik material kain Indonesia seperti yang dilakukan dalam Jakarta Fashion Week 2019 yang menitikberatkan budaya dari Kalimantan yang menjadi inspirasi perayaan budaya. 

Melalui penggunaan bahan baku seperti kain tenun, songket, dan batik dari berbagai wilayah di Indonesia maupun motif perisai, flora dan fauna Kalimantan yang menginspirasi detail pada desain busana. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya