UN, Siswa Diminta Percaya Diri

Syarief Oebaidillah oebay@mediaindonesia.com
25/3/2019 04:00
 UN, Siswa Diminta Percaya Diri
( ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)

UJIAN nasional (UN) untuk siswa-siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) digelar mulai hari ini hingga Kamis (28/3). UN tingkat SMK diikuti sekitar 1,53 juta siswa dari 13.513 sekolah di seluruh Tanah Air.

UN SMK mengujikan materi pelajaran bahasa Indonesia, matematika, bahasa Inggris, dan teori kejuruan.

Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Kapuspendik) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Abduh, menjelaskan 99,5% pelaksanaan UN SMK menggunakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK), sisanya menggunakan ujian nasional berbasis kertas dan pensil (UNKP).

"Ada sejumlah SMK di sembilan provinsi masih menggunakan UNKP, yakni di Sumatra Utara, Sumatra Barat, Kepulauan Riau, Kalimantan Timur, NTT, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat."

Terkait dengan antisipasi kemungkinan listrik mati saat berlangsungnya UN, menurut Abduh, Kemendikbud bersama PLN telah berkomitmen menjaga pasokan listrik selama UN.

Direktur Pembinaan SMK Kemendikbud, M Bakrun, berpesan agar seluruh SMK dan peserta UN fokus melaksanakan dan mengikuti UN.

"Selamat menempuh UN. Jangan lupa berdoa dan percaya dengan kemampuan sendiri," kata Bakrun.

Sementara itu, sejumlah sekolah menyatakan siap menggelar UN. Kepala SMK Negeri 1 Depok, Sleman, Yogyakarta, Suprapto, mengatakan sekolahnya siap menggelar UNBK dengan diikuti 280 siswa. "Semuanya sudah siap, sebelumnya juga sudah dilakukan simulasi-simulasi," katanya.

Menurut dia, sekolahnya menyediakan tiga ruangan. Tiap ruangan berisi 32 unit komputer atau totalnya ada 96 unit komputer. Dengan demikian, UNBK akan diselenggarakan dalam tiga sesi. "Genset juga disiapkan, tapi harapannya jangan sampai digunakan," imbuhnya.

Di Provinsi Bengkulu, sebanyak 8.086 siswa SMK di 10 kabupaten/kota akan mengikuti UNBK. "Soal UN seluruhnya dibuat oleh Kemendikbud. Tapi kelulusan siswa bukan ditentukan nilai UN," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, Budiman Ismaun.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung, Muhammad Soleh. Ia menjelaskan, kelulusan siswa ditentukan berdasarkan hasil ujian akhir sekolah berbasis nasional (UASBN), uji kompetensi, dan ujian praktik.

"UN memang tak menentukan kelulusan, tapi kami tetap menyiapkannya secara matang karena UN untuk memetakan mutu pendidikan," ucapnya.

Dilengkapi angket

Sebelumnya, Kemendikbud menyatakan UN tahun ini dilengkapi dengan angket yang bertujuan menggali informasi tentang aspek nonkognitif siswa.

"Mulai tahun ini, ada pertanyaan (melalui angket) mengenai kondisi nonkognitif siswa. Dengan data ini, kami bisa mendapatkan kondisi riil siswa," ujar Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud, Totok Suprayitno, Kamis (21/3).

Terdapat lima jenis angket. Setiap siswa hanya mengerjakan satu jenis angket. Angket tersebut diisi siswa setelah selesai melaksanakan UN.

Terkait dengan sekolah di wilayah terdampak bencana, seperti di Sentani, Papua, UN dilaksanakan dengan jadwal fleksibel sesuai kesiapan siswa dan sekolah di wilayah tersebut. (AU/AD/RF/MY/H-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya