Sri Mulyani Ajak Perempuan Saling Bantu Tingkatkan Peran

Atalya Puspa
13/3/2019 21:45
Sri Mulyani Ajak Perempuan Saling Bantu Tingkatkan Peran
((ANTARA/Citro Atmoko))

DI tengah struktur sosial dengan sistem patriarki, Sri Mulyani membuktikan bahwa dunia bukan hanya milik laki-laki, tapi juga milik perempuan.

Di Indonesia sendiri, perempuan yang akrab disapa Ani ini menjadi menteri keuangan perempuan pertama. Tak kalah penting, kiprahnya dalam dunia perekonomian membawanya jadi perempuan Indonesia pertama yang menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia pada 2010.

"Menteri Keuangan di dunia sangat sedikit perempuan. Begitu juga dengan bank sentral juga sama, di Indonesia saya jadi Menteri Keuangan perempuan pertama," kata Sri dalam acara Ring The Bell For Gender Equality di Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan, Rabu (13/3).

Dirinya menilai, stereotip terhadap perempuan yang masih melekat dalam benak masyarakat menjadi penyebab minimnya peran perempuan di ruang publik.

Sri Menjabarkan, tingkat angkatan kerja perempuan di Indonesia masih jauh tertinggal dari laki-laki, yakni hanya 54% dibanding 83%. Selain itu, imbalan hasil kerja perempuan 32% lebih rendah dibanding laki-laki.

Dengan langkahnya mencapai ranah kerja yang selama ini dianggap hanya milik laki-laki, Sri mengajak perempuan Indonesia saling mendukung satu dan lainnya untuk maju.

"Saya ingatkan ke perempuan, kita ini minoritas. Harus saling membatu, mendukung dan beri dorongan karena perempuan bisa sampai ke level tertentu tapi banyak halangan," ungkapnya.

Selain itu, masyarakat juga harus mencipatkan ruang setara guna mendukung kemajuan perempuan. Karena, dirinya menilai perempuan dan laki-laki semestinya memiliki kesempatan yang sama dalam mencapai level kesuksesan di sektor publik.

"Di kementrian keuangan sendiri, kami sudah berlakukan bukan hanya cuti untuk ibu melahirkan, namun juga ayah untuk mendukung sang ibu. Begitu juga dengan fasilitas ruangan laktasi dan child care yang membuat perempuan lebih nyaman dalam bekerja," tukasnya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya