Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pusat Statistik (BPS) pada 2012 menganalisis bahwa Indonesia akan mengalami bonus demografi sekitar 2025.
Menurut Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) pada 2017, agar Indonesia dapat memetik manfaat maksimal dari bonus demografi, ketersediaan sumber daya manusia usia produktif yang melimpah harus diimbangi dengan peningkatan kualitas dari sisi pendidikan dan keterampilan, termasuk kaitannya dalam menghadapi keterbukaan pasar tenaga kerja.
Dengan demografi yang dimiliki, Indonesia diperkirakan akan mencapai keemasan pada 2045, tepat 100 tahun setelah merdeka (BPS, 2015). Mereka yang termasuk usia produktif (15-64 tahun) pada 2045 nanti merupakan penduduk yang saat ini berusia 0-37 tahun, termasuk generasi milenial yang kini berusia 17-37 tahun.
Dengan karakter milenial yang memiliki semangat tinggi dan pandai menguasai lebih dari satu bidang, generasi milenial ini ditargetkan oleh Presiden Joko Widodo dapat mengurangi ketertinggalan jumlah wirausaha di Kawasan Asia Tenggara.
Berdasarkan data Bank Dunia, jumlah wirausahawan di Indonesia hanya mencapai kurang dari 4% dari jumlah masyarakat Indonesia. Jumlah ini lebih sedikit dari negara tetangga, seperti Thailand, Malaysia, dan Singapura. Berbagai program kewirausahaan yang digalakkan pemerintah, nyatanya mampu meningkatkan perekonomian Indonesia.
Sebuah komunitas anak muda, A-Team International selaku mitra bisnis Qnet, mengadakan seminar mengenai kewirausahaan bertemakan ‘1.000 Milenial Cerdas untuk Indonesia’ kepada ribuan anak muda di tiga kota, Jakarta, Surabaya, dan Kupang.
Dalam keterangannya yang diterima Jumat (8/3), seminar ini menghadirkan beberapa praktisi, seperti Dita Soedarjo selaku pengusaha muda Indonesia, Fransisca Nelwan Mok yang pernah menjabat sebagai satu-satunya direktur wanita di Bank Mandiri, dan Hendra Zhou selaku pengusaha di bisnis jaringan yang melibatkan anak muda.
Dita Soedarjo menjelaskan bahwa langkah awal menjadi wirausaha adalah memiliki kemampuan bersosialisasi yang tinggi untuk memperluas jaringan. Tanpa adanya jaringan yang kuat dan baik, akan menyulitkan wirausaha untuk meningkatkan bisnisnya.
Baca juga: Gizi Anak Membaik, Keluarga Pun Sejahtera
Sementara itu, Fransisca Nelwan Mok mengatakan bahwa generasi milenial harus peduli terhadap kesejahteraan orang tua dan sekitarnya. Kepedulian ini dapat menjadi motivasi dasar untuk bekerja keras dalam menjalankan bisnis yang digelutinya sebab uang bukan satu-satunya tolok ukur kesuksesan seseorang.
"Kerja keras, disiplin, komitmen, dan integritas tinggi juga menjadi syarat mutlak dimiliki milenial untuk menjalankan bisnisnya," tegas Fransisca.
Pembicara terakhir yang memberikan motivasi bisnis di hadapan lebih dari 1.000 anak muda dalam acara seminar yang digelar di Jakarta, Kamis (7/3), ialah Hendra Zhou.
"Anak-anak muda yang penuh semangat ini patut mempertahankan semangatnya dalam mengejar suatu hal. Namun semangat ini perlu diimbangi dengan keinginan bekerja keras dan pantang menyerah di era yang serba instan. Terkadang, kesuksesan satu tidak diikuti oleh kesuksesan berikutnya tanpa adanya kerja keras."
Dengan waktu yang lebih fleksibel, mimpi dan semangat yang tinggi, generasi milenial memiliki potensi menjadi wirausahawan yang sukses karena kini peluang banyak terbuka lebar bagi mereka. Kesuksesan bagi generasi milenial saat ini tergantung kepada bagaimana anak muda mampu melihat peluang bisnis dengan cerdas disertai dengan pengembangan diri tiada henti. (RO/OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved