Lebih Religius karena Perang

MI
10/3/2019 06:20
Lebih Religius karena Perang
(MI/Ebet)

MANUSIA menjadi lebih religius setelah mengalami kengerian perang. Demikian hasil studi terbaru yang dilakukan peneliti Harvard University, AS.

Studi meneliti 1.700 responden dari 71 desa terdampak perang di Sierra Leone, Tajikistan, dan Uganda.

Dari wawancara ditemukan bahwa orang-orang yang telah melalui trauma perang sering bersandar lebih pada agama sesudah itu, bahkan kadang-kadang hingga bertahun-tahun kemudian.

Para peneliti juga menemukan jumlah yang bergabung dalam kelompok agama meningkat, terutama mereka yang terdampak langsung oleh perang.

‘’Idenya ialah jika dapat memperluas lingkup kerja sama, Anda dapat lebih berhasil bersaing dengan orang lain, kadang-kadang bahkan melalui konflik kekerasan,” kata ketua tim peneliti, Joseph Henrich. (Dailymail/Yan/X-8)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Riky Wismiron
Berita Lainnya