Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTRIS sekaligus model, Nadine Chandrawinata, 34, menilai peran media sosial saat ini sangat membantu perempuan dalam meningkatkan kepercayaan diri.
Menurutnya, perempuan menjadi lebih berani bicara tentang isu yang menjadi perhatian masing-masing melalui media sosial. Putri Indonesia 2005 itu juga memanfaatkan kekuatan media sosial untuk membuat gerakan Sea Soldier yang tahun ini genap berusia empat tahun. Istri dari aktor Dimas Anggara itu menjelaskan, Sea Soldier merupakan gerakan yang bertujuan mengajak siapa pun agar mengubah pola hidup menjadi lebih ramah lingkungan.
“Berapa yang sudah terlibat saya tidak tau karena bicaranya lewat media sosial. Seluruh daerah punya isu apa dan apa yang bisa dilakukan untuk mengubah pola hidup menjadi lebih ramah lingkungan,” tutur Nadine dalam
acara peresmian Pojok Pintar Sisternet di Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, pekan lalu.
Gerakan tersebut, tuturnya, sudah merambah ke 15 kota dan setiap kota memiliki isu lingkungan berbeda-beda untuk dijadikan perhatian. Selain bicara tentang dampak penggunaan plastik terhadap lingkungan, ia juga menyoroti soal siklus lumba-lumba keliling, dan bicara tentang pentingnya ekosistem mangrove bagi lingkungan.
“Kita bicara tentang attitude yang buat kita memang lucu, tapi buat lingkungan tidak lucu. Kita tidak mengajak secara paksa, tapi bicara lewat aksi di media sosial,” ucap perempuan yang mewakili Indonesia di ajang Miss Universe 2006 dan meraih juara kedua untuk Budaya Nasional Terbaik dan Putri Persahabatan.
Salah satu kampanye pertamanya ialah antisedotan dan plastik. Nadine mengatakan, manusia tidak bisa lepas sama sekali dari plastik, tapi bagaimana caranya lebih bijak dengan menguranginya. “Tidak bisa 100% hilang, tapi bagaimana kita bisa lebih bijak lagi,” tuturnya.
Hindari hoaks
Kemudahan akses terhadap informasi dan media sosial, ujar Nadine, juga harus disikapi dengan bijak. Ia mengakui perempuan sering bergosip atau membicarakan banyak hal di media sosial. Akan tetapi, sebaiknya, ujar Nadine, yang dibicarakan ialah topik yang positif dan menghindari hoaks (informasi yang tidak benar).
Karena itu, ia memilih menggunakan media sosial dan internet untuk hal yang lebih produktif. “Bagaimana bisa menjadi perempuan yang produktif sesuai dengan keinginan kita. Suka fesyen diperuncing, ingin berjualan senangnya bidang apa, itu yang kita angkat,” tuturnya.
Kelahiran Hannover, Jerman, 8 Mei 1984, itu juga mengaku bahwa ia ialah orang yang tidak bisa diam sehingga ia selalu berkarya. Salah satu yang ia lakukan baru-baru ini ialah membuat anting untuk dikenakannya sendiri. Tidak dinyana, antinganting karyanya itu diminati banyak orang sehingga ia diminta membuatnya lebih banyak.
Oleh karena itu, ia mengajak perempuan untuk produktif dengan bicara melalui karya. Ia juga mengajak publik untuk menghindari penyebaran informasi bohong (hoaks), apa pun alasannya. Salah satunya dengan menyaring setiap informasi yang diperoleh sebelum meneruskannya kepada orang lain.
“Secara individual, menjaga diri kita dengan mencari informasi sebanyak banyaknya, cross check dan tidak langsung meneruskannya kepada orang lain. Kalau itu tidak benar, guilty pressure ada pada diri sendiri. Enggak perlu gosipin sesuatu yang hoaks. Ada yang lebih bagus dan positif buat digosipin,” terangnya.
Nadine pun bersyukur dengan hadirnya Pojok Pintar di Kementerian Kominfo. Dengan adanya wadah seperti itu, lanjutnya, perempuan bisa berbagi dengan memanfatkan teknologi dan informasi untuk kegiatan positif. (H-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved