Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
HASIL riset yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara luas hanya sedikit.
Oleh karena itu, pemerintah mendorong sembilan tema prioritas riset untuk kebijakan riset nasional 2020-2025.
Menurut Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ristek-Dikti) Muhammad Dimyati,
hasil-hasil riset tersebut akan diarahkan pada penghiliran sehingga akan lebih banyak riset level terapan dan pengembangan tanpa meninggalkan riset dasar.
“Tujuannya untuk menumbuhkan kultur riset agar tidak individual karena ada kemungkinan misalnya plagiarisme dan sebagainya. Kalau kolaborasi dari berbagai institusi bisa lebih tergabung, dari segi anggaran lebih efisien karena sumber dayanya banyak, dan hasilnya lebih jelas,” kata Dimyati saat peluncuran Pendanaan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat 2019 di Jakarta, kemarin.
Sembilan prioritas riset itu terdiri dari bidang pangan dan pertanian, kesehatan dan obat, energi dan energi terbarukan, pertahanan dan keamanan, teknologi informasi dan komunikasi, kemaritiman, kebencanaan, transportasi dan material maju, serta sosial humaniora. Pada tahun ini, ujarnya, kebijakan penelitian akan mulai diarahkan agar sesuai dengan Rencana Induk Riset Nasional (RIRN).
Ia juga mengatakan, ekosistem riset di Indonesia mulai membaik dengan semakin banyaknya publikasi yang dihasilkan. Di regional ASEAN, Indonesia dengan jumlah publikasi ilmiah sebanyak 31 ribu (hingga akhir Desember 2018) berada di urutan kedua setelah Malaysia (32.008 publikasi). Begitu juga paten hasil penelitian dan inovasi, hingga periode Desember tahun lalu tercatat 2.842 paten.
“Kita mendorong agar publikasi yang banyak itu bisa meningkat bukan hanya secara kuantitas, melainkan juga kualitas. Karena itu, kolaborasi mulai didorong,” tuturnya.
Anggaran Rp1,5 triliun
Sementara itu, Kemenristek-
Dikti memberikan pendanaan bantuan operasional perguruan tinggi negeri (BOPTN) untuk riset dan pengabdian masyarakat 2019 sebesar Rp1,52 triliun. Sebesar Rp1,39 triliun di antaranya dana penelitian untuk 16.253 judul, sedangkan dana Pengabdian kepada Masyarakat Rp133,85 miliar untuk 2.281 judul.
Dana itu diberikan untuk penelitian mandiri pada 10 perguruan tinggi dengan jumlah judul penelitian terbanyak, yakni Universitas Gadjah Mada 485 judul, Universitas Indonesia 480 judul, Institut Teknologi Bandung 424 judul, Institut Pertanian Bogor 323 judul, Institut Teknologi Sepuluh Nopember 316 judul, Universitas Diponegoro 313 judul, Universitas Hasanuddin 279 judul, Universitas Padjadjaran 275 judul, Universitas Airlangga 266 judul, dan Universitas Sumatera Utara 250 judul. (AU/H-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved