Kampus dan Akademisi Diminta Proaktif Bersinergi Atasi Kemiskinan

Syarief Oebaidillah
07/3/2019 16:05
Kampus dan Akademisi Diminta Proaktif Bersinergi Atasi Kemiskinan
(Ist)

ASOSIASI Pendidikan Masyarakat Indonesia (Apenmasi) mengajak kalangan kampus dan akademisi proaktif bersinergi atasi kemiskinan,kerawanan sosial, dan ekonomi di Tanah Air.

Ketua Umum Apenmasi, Hafid Abbas, mengutarakan, pihaknya telah mengidentikasi 18 kelompok sasaran masyarakat yang dinilai memiliki tingkat kerawanan sosial dan ekonomi seperti petani miskin, masyakarat adat, kaum perempuan, anak jalanan, buruh migran, anak dengan gizi buruk, dan lain-lain.

Dari jumlah itu, terdapat 128 agenda strategis yang akan dilaksanakan Apenmasi dalam berbagai kegiatan penelitian dan pengabdian pada masyarakat untuk membantu mengatasi kerawanan ekonomi dan sosial tersebut.

"Lahirnya agenda strategis ini didasarkan pada kerisauan atas masih melebarnya tingkat kesenjangan sosial di negeri ini. Meski kami akui pemerintah saat ini telah melakukan banyak halnuntuk memajukan masyarakat kita khususnya mereka yang masih tertinggal. Namun masih banyak harapan yang belum dapat terwujud yang mesti didukung untuk peningkatan kemajuan yang ingin dicapai," kata Hafid Abbas pada sambutan dan paparan Kongres I Apenmasi bertajuk 'Memajukan Mereka yang Tertinggal' di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Rabu (6/3).

Hafid yang juga Guru Besar UNJ ini mengemukakan Kongres Apenmasi telah resm sibuka oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Wakil Presiden Rabu pagi, dihadiri 250 peserta dari berbagai kementerian, perguruan tinggi negeri dan swasta, beberapa lembaga mitra lainnya dari dalam dan luar negeri.

 

Baca juga: Anang Hermansyah Resmi Tarik Usulan RUU Permusikan

 

Dia menjelaskan, Apenmasi merupakan wadah para pakar, peneliti, ilmuwan, dan praktisi pendidikan masyarakat berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta (PTN dan PTS) serta Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang menyelenggarakan beragam kegiatan pendidikan kesetaraan, pengembangan minat dan pribadi dan pembekalan keterampilan dasar hidup, untuk terus berkontribusi menjangkau mereka yang miskin dan tertinggal.

Hafid, yang pernah menjadi Ketua Komnas HAM ini, menambahkan, sejumlah langkah yang akan dilakukan yakni pertama menpertemukan sejumlah PTN dan PTS yang memiliki Program Studi Pendidikan
Masyarakat beserta berbagai jaringan mitranya guna memperkuat sinergitas dan kerja sama dalam pelaksanaan kegiatan tri-dharma perguruan tinggi dengan berfokus pada 18 kelompok sasaran masyarakat yang rentan terhadap berbagai persoalan sosial dan ekonomi.

Kedua, untuk membahas penerapan agenda strategis Apenmasi sesuai koridor ekonomi lokal masing-masing perguruan tinggi di seluruh Tanah Air. Seperti Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung membina Desa Cihampelas, Kecamatan Cililin, Bandung Barat, menjadi desa eceng gondok yang memanfaatkan gulma tanaman yang liar ini menjadi sepatu, tas, tikar, kursi, meja dan berbagai produk lainnya yang bernilai ekonomi tinggi.

Ketiga, menjabarkan seluruh agenda strategis tersebut dengan skala prioritasnya hingga ke pranata-pranata sosial paling bawah dengan melibatkan berbagai pihak terkait, seperti pusat PKBMvdan institusi-institusi pendidikan yang sudah mengakar di masyarakat. (OL-9)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya