CMEF 2019 Dorong Kemajuan Industri Kesehatan di Indonesia

Micom
06/3/2019 13:50
CMEF 2019 Dorong Kemajuan Industri Kesehatan di Indonesia
(Ist)

PAMERAN peralatan medis dan manufaktur internasional perdana CMEF Indonesia yang diselenggarakan oleh Reed Exhibitions, penyelenggara acara terkemuka di dunia, secara resmi dibuka di Jakarta Convention Center (JCC), hari ini.

Berlangsung 6 hingga 8 Maret 2019, CMEF Indonesia diadakan pada waktu yang tepat karena pemerintah telah melakukan perubahan peraturan yang mendorong investasi asing dan kemitraan demi memajukan sektor  kesehatan Indonesia, yang termasuk di antaranya meningkatkan pertumbuhan ekonomi. 

Pameran tiga hari ini akan memperlihatkan teknologi dan peralatan medis terbaru dipimpin oleh lebih dari 200 merek dan perusahaan manufaktur medis internasional. Lebih dari 3.000 profesional dari industri medis Indonesia diharapkan hadir untuk menemukan peluang bisnis dan kemitraan baru.

Di dalam pameran CMEF, beragam konten akan tersedia untuk memastikan bahwa perusahaan peralatan kesehatan yang hadir dibekali dengan baik untuk mengambil keuntungan dari peluang pertumbuhan, dengan adanya dukungan dari  pemerintah daerah yang telah mengidentifikasi sektor kesehatan sebagai pendorong kemajuan negara.

Selain itu, lebih dari 660 peralatan medis dari Tiongkok, Jerman, India, Jepang, Pakistan, Filipina, dan Korea Selatan akan dihadirkan di lebih dari 200 booth.

Sekitar 400 peralatan medis dari jumlah tersebut merupakan peralatan baru yang terdapat di pasar di mana sebanyak 31% merupakan peralatan medis, 21% peralatan elektromedis/teknologi medis, 9% peralatan manufaktur, teknologi OEM dan peralatan rehabilitasi/ortopedi, dan 6% peralatan diagnostik.

Beberapa perusahaan peralatan medis yang terkenal secara internasional hadir sebagai peserta pameran, di antaranya Kunshan Dynmed Medical Technology Co. Ltd, PT Java Alkesindo, Shanxian Runte Medical Instruments Co Ltd, Sonoscape Medical dan TGJ Medical Instruments Co Ltd.

Mereka telah berhasil menjual peralatan medis mereka di Indonesia, termasuk ke Rumah Sakit Haji Jakarta, Rumah Sakit Jakarta, Grup Prodia, Puskesmas Seberuang, RS Antam, RS Asri Medika, RS Bungsu, RS Evasari, RS Immanuel, RS Pasar Rebo, RS Pelabuhan, RS Permata Depok, RS Persahabatan, dan RS Wijaya.

“Sebagai negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia diprioritaskan sebagai salah satu pasar utama bagi strategi pemasaran global kami. Produk dan solusi yang ditawarkan perusahaan Mindray dapat ditemukan di lebih dari 190 negara dan sekarang diadopsi RS Indonesia terkemuka yakni PT Pelni Hospital dan Siloam Hospitals Group. Siloam Hospitals Group juga telah menggunakan produk-produk Mindray di seluruh departemennya termasuk di ICU, ER, dan OR,” kata Mark Sun, GM Asia Pasifik Mindray, dalam keterangannya.

 

Baca juga: Pengajaran Pendidikan Karakter Harus Dipaksakan

 

Berpartisipasi dalam pameran medis di Indonesia untuk pertama kalinya, Mr Yan Bing, Wakil Presiden Sinopharm International, mengatakan, pihaknya selalu mencari peluang untuk bekerja sama dengan perusahaan di seluruh dunia.

"Kami yakin bahwa CMEF Indonesia 2019 adalah platform yang tepat untuk membantu kami mendapatkan akses ke sektor kesehatan yang tengah berkembang pesat di Indonesia dan untuk memainkan peran penting menjadikan Indonesia sebagai salah satu tujuan wisata medis terkemuka di dunia. Kami berharap dapat memulai persahabatan dan kemitraan dengan komunitas medis Indonesia," katanya.

Saat ini industri kesehatan Indonesia terus menciptakan berbagai peluang bisnis secara global.  Dengan pemetaan kesehatan  diharapkan akan mencatat pertumbuhan di tahun-tahun mendatang.

"Sektor kesehatan Indonesia saat ini tengah mengalami transformasi besar ketika pemerintah menentukan bahwa industri ini akan memainkan peran penting bagi masa depan negara ini. CMEF Indonesia tidak hanya memberi kami sebuah platform untuk mengeksplorasi peluang bisnis dengan komunitas medis lokal, tetapi juga tempat untuk mempelajari tren pergeseran, mendapatkan pemahaman mendalam mengenai proses registrasi medis dan menemukan keberhasilan dalam menapakkan langkah di sektor kesehatan Indonesia ” kata Mrs Yang, Wakil Presiden Erbe China.

Serangkaian seminar akan diadakan di CMEF Indonesia 2019 untuk membantu kalangan profesional di industri kesehatan dalam memantau tren di pasar dan memperluas jaringan bisnisnya.

Didukung Asosiasi Rumah Sakit Daerah Seluruh Indonesia (Arsada) dan Knowledge Partner Andaman Medical, para profesional di dunia kesehatan dapat menantikan serangkaian program menarik yang dapat meningkatkan pembelajaran dan mengadakan diskusi dengan komunitas perawatan kesehatan internasional.

CMEF Indonesia juga akan menggelar pertemuan bisnis untuk menjembatani aliansi yang tepat. Mempertimbangkan minat dan tujuan pengunjung.  Kalangan profesional medis lokal juga akan turut diundang untuk menghadiri pertemuan yang efektif dan sesuai dengan kebutuhan bisnis mereka.

Pameran ini akan mengadakan lebih dari 300 pertemuan bisnis yang memfasilitasi diskusi antardistributor, perusahaan manufaktur alat kesehatan dan kelompok rumah sakit untuk menjalin kemitraan, serta adanya peluang investasi asing, sehingga membantu kemajuan industri medis Indonesia.

Ketua Arsada, Dr Heru Aryadi MPH, yang turut hadir di upacara pembukaan, mengatakan, merupakan hal penting bagi para profesional medis Indonesia untuk tetap bersemangat dengan teknologi terbaru yang terdapat di seluruh dunia saat ini.

"Di Indonesia, banyak peralatan medis yang telah diproduksi secara lokal dan digunakan di seluruh rumah sakit setempat, namun masih ada ruang bagi produk premium untuk diproduksi secara lokal yang akan mengarah pada efisiensi dan kualitas layanan," ujarnya. (RO/OL-9)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya