Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Hilmar Farid, mengatakan, Pekan Kebudayaan Nasional memberikan ruang interaksi budaya yang baik kepada masyarakat serta memberi akses terhadap ruang-ruang publik.
"Konsep Pekan Kebudayan Nasional tidak jauh beda dengan Pekan Olahraga Nasional (PON) yang dimulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten/kota, dan provinsi ," ujar Hilmar dalam keterangan pada pers di Jakarta, Sabtu (2/3).
Hilmar menambahkan, alasan tercetusnya kegiatan disebabkan melihat kondisi saat ini di mana banyak festival kebudayaan, tetapi masih dirasa kurang solid. Sehingga adanya Pekan Kebudayaan Nasional nanti diharapkan bisa mempersatukan acara-acara kebudayaan yang sudah ada.
"Harapan kami dengan kegiatan tersebut dapat berjenjang dari desa hingga pusat yang terdiri atas kompetisi daerah, kompetisi nasional, konferensi pemajuan kebudayaan, ekshibisi, dan pergelaran karya budaya yang bertujuan membuka ruang interaksi budaya dalam rangka pelestarian budaya Indonesia," tegas Hilmar.
Menurut dia, kegiatan tersebut sebagai wujud implementasi dari salah satu agenda strategi pemajuan kebudayaan dalam Kongres Kebudayaan Indonesia (KKI). Kegiatan itu menyediakan ruang bagi keragaman ekspresi budaya dan mendorong interaksi budaya untuk memperkuat kebudayaan yang inklusif.
Baca juga: Presiden Ajak Masyarakat Bangun Budaya Bersarung
Pekan kebudayaan dimulai dari Tulungagung, Jawa Timur, yang telah menyelenggarakan pekan kebudayaan pada akhir Februari lalu. Ratusan pemuda dan warga yang tergabung dalam aliansi masyarakat sipil dan relawan begitu antusias menggelar kegiatan 'Kemah Kebangsaan' di sana.
Selain itu juga diselenggarakan diskusi bertema wawasan kebangsaan dengan judul 'Membangun Nasionalisme dan Patriotisme yang Inklusif dan Toleran'.
"Kegiatan ini sebagai bukti bahwa masyarakat kita begitu antusias terhadap kebudayaan Indonesia," kata Hilmar.
Dalam kegiatan tersebut membahas isu kebangsaan dan merumuskan strategi kebudayaan nasional. Di sisi lain, ada pula festival permainan tradisional anak serta penanaman pohon di Desa Junjung, Boyolangu.
Kegiatan itu akan diselenggarakan di berbagai daerah, dari tingkat desa hingga tinggat nasional seperti dalam waktu dekat ini akan diadakan di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Serdang Bedagai, Sumatra Utara, serta Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved