Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyatakan pelaksanaan program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) di Indonesia selama hampir lima dekade terakhir berhasil mengukir sejarah menurunkan laju pertumbuhan penduduk.
Inspektur Utama BKKBN Agus Sukiswo menyatakan konsistensi tersebut perlu dijaga agar Indonesia bisa menikmati bonus demografi lebih panjang. Tercatat, laju pertambahan populasi mampu ditekan dari 2,31% selama periode 1971-1980, menjadi 1,49 % periode 2000-2010. Kemudian, 1,36% selama periode 2010-2016. Penurunan laju tersebut juga konsisten dengan turunnya angka kelahiran total (TFR) dari 5,61 anak per wanita usia subur pada 1971 menjadi 2,38 pada 2018.
Baca juga: Bagasi Berbayar Berdampak pada Turunnya Jumlah Penumpang Pesawat
"Jika program Keluarga Berencana (KB) tetap menjadi prioritas pemerintah dan pemerintah daerah, maka usia bonus demografi akan lebih panjang dan akan memberi dampak bagi pembangunan kesejahteraan," kata Agus saat membuka Rapat Koordinasi Teknis Kemitraan Program KKBPK Tingkat Nasional 2019, di Jakarta, Jumat (1/3).
Menurutnya, keberhasilan pengendalian penduduk tersebut disumbang penggunaan kontrasepsi yang terus meningkat. Selain itu, faktor penentu pengendalian angka kelahiran total ialah peningkatan median usia kawin pertama perempuan.
Perempuan Indonesia, lanjut Agus, menunjukkan kecenderungan menikah pada usia yang lebih matang. Rata-rata perempuan menikah di usia 18 tahun pada 1991. Pada 2018, rata-rata perempuan menikah pada usia 21 tahun.
Penurunan angka kelahiran total juga telah merekayasa struktur umur penduduk untuk menciptakan peluang terjadinya bonus demografi yang dimulai sejak 2012. Bonus demografi ditandai dengan rasio ketergantungan di bawah 50 per 100 penduduk usia produktif. Diproyeksikan bonus demografi ini akan membuka jendela peluang pada tahun 2020 sampai 2030.
"Keberhasilan tersebut bukan hanya hasil dari kinerja BKKBN namun juga tak lepas dari dukungan komitmen dan peran serta para pihak pelaksanaan Program KKBPK. Dalam pencapaian tujuan Program KKBPK, BKKBN sangat memerlukan dukungan, komitmen, kepedulian tinggi, partisipasi, dan kerja sama dari berbagai pihak baik itu di pusat maupun daerah," pungkas Agus. (OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved