Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengakui bahwa jumlah tenaga penyuluh KB sangat kurang. Menurut Sekretaris Utama BKKBN Nofrijal, total petugas penyuluh KB yang ada saat ini sekitar 15 ribu orang. Sedangkan kebutuhan di lapangan mencapai 40 ribu penyuluh.
"Saya sudah lapor pada bapak Wakil Presiden Jusuf Kalla soal kebutuhan itu. Kami sedang siapkan peta jalan (road map) dan semoga keuangan negara memungkinkan," ucapnya seusai menghadiri Rapat Kerja Nasional BKKBN di Gedung BKKBN Pusat, Jakarta, Rabu (27/2).
Salah satu kendala merekrut petugas KB, ialah adanya kebijakan rekrutmen pegawai negeri untuk menjadi petugas penyuluh KB hanya menggantikan pegawai yang sudah pensiun. Sementara itu, merekrut penyuluh KB berstatus honorer membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Dikatakan Nofrijal, saat ini ada empat ribu petugas penyuluh KB yang merupakan pegawai honor.
Baca juga: BKKBN Turut Turunkan Kasus Stunting
Kurangnya penyuluh, membuat pembinaan program KB harus berupaya ekstra menjangkau masyarakat terutama di daerah-daerah yang kondisi geografisnya sulit dijangkau seperti Papua dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Idealnya dua desa dibina oleh satu penyuluh. Sekarang satu penyuluh harus membina tujuh sampai delapan desa," ucapnya.
Untuk itu, BKKBN mengajukan kebutuhan permanen formasi petugas penyuluh KB pada Kementerian PAN-RB. BKKBN, imbuhnya, juga memperdayagunakan penyuluh lain seperti penyuluh pertanian, penyuluh perikanan, serta bidan di desa, dan Babinsa untuk menitipkan program KB.
" Upaya yang tidak membutuhkan anggaran besar untuk merekrut," tukasnya. (OL-7)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved